Duniaekspress.com. (14/6/2018).  -Pengurus Besar Mathla’ul Anwar mengeluarkan pernyataan tentang posisi Yahya Cholil Staquf yang menghadiri Komunitas Yahudi Amerika (AJC) Global Forum 2018 di Yerusalem. Sikap tersebut ditandangani dan dikeluarkan oleh PBMA pada 14 Juni 2019/29 Ramadhan 1439 H.

Menurut Mathla’ul Anwar Kehadiran Yahya Cholil Staquf dalam forum tersebut telah melukai orang-orang Islam pada khususnya dan Palestina pada khususnya. Begitu mengundang respon dan kecaman dari penjuru mancanegara.

Rabu 13 Juni 2018 Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar beserta Pimpinan Ormas Islam lainnya silaturahim kepada Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia

Selain itu di dalam sikap itu Mathla’ul Anwar menilai bahwa Yahya Cholil Staquf telah menodai imigran Islam Indonesia, Berikut Pernyataan Sikap lengkapnya:
Kata Sikap
Pengurus Besar Mathla’ul Anwar
Forum Yahya Cholil Staquf di AJC Global 2018
Ahad 10 Juni 2018 tersiar kabar bahwa Yahya Cholil Staquf menghadiri Komunitas Yahudi Amerika (AJC) Global Forum 2018 di Yerusalem. Tak hanya hadir, Yahya Cholil Staquf juga berbicara di forum tersebut mewakili Direktur Bayt ar Rahmah.
Kehadiran dan penyampaian Yahya Cholil Staquf dalam forum tersebut telah melukai orang-orang Islam pada umumnya dan rakyat Palestina pada khususnya. Begitu mengundang respon dan kecaman dari penjuru mancanegara.
Oleh karena itu, Pengurus Besar Mathla’ul Anwar dengan tegasnya menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Yahya Cholil Staquf telah menodai imigrasi Muslim islam Indonesia sebagai negara Muslim terbesar yang dapat dilakukan Muslim di belahan bumi lainnya. Terlebih saat itu adalah kata-kata yang diperlihatkan pada Islam dengan mengatakan, “Dan salah satu dari beberapa sumber diajar agama itu sendiri.” Bahkan mengiyakan kompilasi ditegaskan maksudnya adalah melakukan intrepretasi ulang terhadap teks al Qur’an dan Hadits.
2. Yahya Cholil Staquf telah menodai konstitusi Republik Indonesia yang menegaskan bahwa seluruh penjajahan di dunia harus dihapuskan. Dengan tiadanya sedikit pun mengatakan bahwa Zionis Israel telah semena-mena menjajah Palestina.
3. Yahya Cholil Staquf telah menodai agamanya sendiri yang menjunjung kemuliaan al Qur’an sebagai kalamullah yang kekal. Ketika ia mengatakan, “Al Qur’an dan Hadits merupakan dokumen sejarah.”
4. Yahya Cholil Staquf telah menodai berbagai proses diplomasi pemerintah Republik Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dengan konsep santai Rahmah yang berfungsi sebagai Resolusi atas durasi Islam tanpa sedikitpun mengoreksi sikap penjajah Zionis Israel yang telah membantai warga palestina secara keji.
5. Oleh karena itu, kami meminta kepada Presiden untuk memberhentikan saudara Yahya Cholil Staquf sebagai Dewan Pertimbangan Presiden, karena telah melukai perasaan dan perjuangan ummat Islam Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Serta meminta Presiden untuk mempertimbangkan pendapatan aliran dana dari Israel kepada yang bersangkutan.
Hadanallahu Waiyyakum Ilaa Shiraatiem Mustaqiem
Jakarta, 14 Juni 2018/29 Ramadhan 1439
    
PENGURUS BESAR MATHLA’UL ANWAR (PBMA)
Ketua Umum Sekretaris Jenderal
KH. Ahmad Sadeli Karim, Lc H. Oke Setiadi, M.Sc