SAAT MERAYAKAN IED DI HARI KEDUA BOM MOBIL ISIS MELEDAK DI KUMPULAN ORANG-ORANG DI NANGARHAR AFGHANISTAN

Duniaekspress.com, 17 Juni 2018.Sebuah bom mobil menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai 54 orang lainnya pada saat pasukan bersenjata Taliban dan Afghanistan merayakan ied di kota timur Nangarhar Sabtu, kata seorang pejabat. Masyarakat sipil, tentara afghan bahkan Mujahidin thaliban juga termasuk menjadi korban dari 26 orang tersebut.

Mujahidin Thaliban telah mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari dalam rangka iedul fitri yang berlaku hanya untuk pasukan lokal, tidak terhadap pasukan asing. Bom mobil tersebut diklaim oleh ISIS melalui media a’maaq dengan klaim menyasar perkumpulan pasukan afghan.

THALIBAN BERI AMNESTI UMUM

MUJAHIDIN THALIBAN BONGKAR KLAIM PALSU NATO TENTANG KESEPAKATAN DAMAI

Puluhan militan Taliban yang tidak bersenjata sebelumnya telah memasuki ibukota Afghanistan dan kota-kota lain untuk merayakan ied, bertepatan dengan berakhirnya musim puasa Ramadhan. Tentara dan militan saling berpelukan dan selfie bersama.Namun di beberapa provinsi mujahidin afghan masih membawa peluncur roket, granat dan amunisi lainnya.
Presiden boneka Afghan, Ashraf Ghani mengatakan bahwa dalam semangat Idul Fitri dan gencatan senjata, kantor jaksa agung telah membebaskan 46 tawanan Taliban. Gani menyatakan gencatan senjata selama delapan hari sejak Selasa lalu.
Mujahidin taliban mengenakan penutup kepala tradisional saat memasuki Kabul melalui gerbang di selatan dan tenggara. Kemacetan lalu lintas terjadi ketika orang-orang berhenti untuk mengambil foto para pejuang dan bendera mereka. Mujahidin Taliban mempersilahkan orang-orang untuk maju dan mengambil foto selfie bersama.

“Mereka tidak bersenjata, karena mereka menyerahkan senjata mereka di pintu masuk,” kata juru bicara polisi Kabul Hashmat Stanekzai kepada Reuters. Senjata mereka akan dikembalikan ketika mereka pergi, katanya.Di beberapa distrik di kota timur Jalalabad, warga sipil menawarkan buah kering, permen tradisional dan es krim kepada mujahidin Taliban.

Seorang wartawan Reuters di Jalalabad melihat lebih dari selusin mujahidin Taliban sedang menikmati makanan mereka dan bermain dengan anak-anak.

Mujahidin thaliban akhir-akhir ini dengan politik amnesti nya berhasil meraih kemenangan yang banyak dan merebut banyak distrik di afghanistan yang meresahkan penjajah.

(AZ)