PENJAJAH ISRAEL TERUS TEROR WARGA GAZA DENGAN SERANGAN UDARA

Duniaekspress.com (17/6/2018)- Saksi mata di lapangan mengatakan, serangan roket pesawat perang Israel menargetkan sebuah mobil di Kota Gaza, Ahad pagi.

Juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengkalim kendaraan itu milik seorang aktivis Palestina yang bertanggung jawab atas peluncurkan layang-layang dan balon api ke wilayah Israel.

“Serangan itu datang sebagai tanggapan terhadap kelanjutan peluncuran layang-layang dan balon api [oleh aktivis Palestina, red] terhadap tanah Israel,” kata Adraee, seperti yang dilansir Anadolu Agency, Ahad (17/6/2018).

Para saksi mata di tempat kejadian mengatakan bahwa mobil itu telah dihantam oleh roket ketika diparkir di luar sebuah rumah di lingkungan Shujaiyya Gaza.

Tidak ada korban jiwa atau cedera yang dilaporkan atas kejadian serangan udara tersebut.

Baca Juga:

SAAT MERAYAKAN IED BOM MOBIL ISIS MELEDAK DI AFGHANISTAN

PERNYATAAN SIKAP PBMA ATAS KUNJUNGAN YAHYA CHOLIL STAQUF KE ISRAEL

Sebelumnya, sedikitnya dua orang Palestina dikabarkan terluka setelah pesawat udara tak berawak Israel (UAV) melakukan serangan di Gaza, pada hari ied kedua atau Sabtu (16/6).

Menurut seorang pejabat kesehatan, dua orang Palestina terluka ketika tentara Israel melakukan serangan di kamp pengungsi Al Bureij.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menghantam dua posisi pengamatan yang diduga milik Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas.

Aktivis Palestina telah menerbangkan layang-layang dan balon pembakar ke wilayah Israel sebagai bagian dari demonstrasi yang sedang berlangsung di dekat pagar keamanan Israel-Gaza yang dimulai pada 30 Maret.

Sejak protes dimulai, setidaknya 128 demonstran Palestina telah menjadi martir – dan ribuan lainnya terluka – oleh tembakan tentara Israel.

Para pengunjuk rasa menuntut “hak untuk kembali” ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah dari mana mereka didorong pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade Jalur Gaza yang sudah berlangsung satu dasawarsa, yang telah memusnahkan ekonomi daerah kantong itu dan mencabut lapangan kerja sekitar dua juta penduduknya.

Awal pekan ini, Majelis Umum PBB menyetujui resolusi yang mendesak perlindungan bagi warga Palestina.

Resolusi itu menyalahkan Israel atas kematian terakhir warga Palestina di Jalur Gaza dan mendesak masyarakat internasional untuk mempertimbangkan perlindungan bagi warga sipil Palestina.