Duniaekspress.com (20/6/2018)- Pasukan pemerintah Yaman yang didukung pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi merebut bandara di kota Al-Hudaydah sebagai bagian dari operasi terhadap pemberontak Houthi.

“Pasukan militer telah sepenuhnya merebut bandara Al-Hudaydah,” kata komandan pro-pemerintah Raed al-Habhi, seperti yang dilansir Anadolu Agency, Selasa (16/6/2018).

Dia mengatakan bahwa pasukannya tengah membersihkan sekitar bandara dari pemberontak Houthi.

Kantor berita resmi Saba mengutip komandan militer lain mengabarkan bahwa pasukan pemerintah telah menguasai bandara setelah bentrokan sengit dengan pemberontak Houthi.

“Tentara nasional telah sepenuhnya mengendalikan bandara Al-Hudaydah,” kata Abu Zaraa al-Mahrami.

Menurut lansiran Saba, pemberontak Houthi telah melarikan diri dari kompleks bandara menuju daerah pemukiman di kota itu.

Sementara itu, pemimpin Houthi Mohamed al-Bakhiti mengatakan bahwa bentrokan masih berlanjut di selatan bandara.

Pekan lalu, pasukan pemerintah Yaman, didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi, meluncurkan operasi skala besar untuk merebut kembali Al-Hudaydah – dan pelabuhannya dari Houthi.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional (saat ini berpusat di kota Aden) dan sekutu-sekutunya menuding Houthi menggunakan pelabuhan untuk menyelundupkan senjata dari Iran.

Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.

Konflik meningkat setelah Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi pada tahun 2015.

Konflik telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, membuat PBB menggambarkan situasi Yaman sebagai “salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern”.

SENAT AS BLOKIR PENJUALAN PESAWAT JET TEMPUR SILUMAN F35 KE TURKI

PERTEMPURAN SEMAKIN SENGIT ANTARA KOALISI ARAB SAUDI MELAWAN SYI’AH HOUTHI