KRITIK SYAIKH USAMAH BIN LADIN TERHADAP AMALIYAT DI NEGERI KAUM MUSLIMIN

duniaekspress.com, 21 Juni 2018. Boleh jadi suatu jama’ah jihad mengaku merupakan penerus Syaikh Usamah bin Ladin rhm. Menganggap kebijakan Al-Qaeda  yang sekarang (di bawah Syaikh Aiman Adzowahiri)  telah menyimpang dari kebijakan Syaikh Usamah,  bahkan menuduh bahwa arahan Syaikh Aiman terlalu moderat bahkan sudah masuk pada irja’. Kemudian jama’ah ini melakukan amaliyat serampangan dan merasa bahwa merekalah pembawa arahan jihad Syaikh Usamah.

Ternyata amaliyat-amaliyat serampangan ini sudah diingatkan oleh Syaikh Usamah bin Ladin yang termaktub dalam kumpulan surat-surat beliau yang disita oleh tentara amerika saat beliau digrebek di kediaman beliau di Abbottabad,  Pakistan. Dimana amerika menerbitkan surat-surat ini dan dipublikasikan oleh Combating Terrorism Center (CTC). Surat syaikh Usamah no. 19 tersebut ditulis pasca gugurnya syaikh Musthafa Abul Yazid, sekitar bulan Mei 2010 M. Salah seorang ulama dan mujahid Al-Qaedah, syaikh Abu Maryam Al-Uzdi Ahmad bin Abdullah bin Shalih Az-Zahrani telah menanyakan validitas surat-surat yang dipublikasikan oleh CTC tersebut kepada syaikh Abu Yahya Al-Libi, maka syaikh Abu Yahya Al-Libi menyatakan surat-surat tersebut valid dan memiliki banyak faedah dan pelajaran. Lihat Abu Maryam Al-Uzdi Ahmad bin Abdullah bin Shalih Az-Zahrani, Al-I’dad Asy-Syar’i wa Ats-Tsaqafi, hlm. 23).
karena surat ini terlalu panjang, maka ada bagian yang kami potong untuk langsung menuju bagian yang menjadi sorotan dalam pembahasan kita. Dan khusus bagian-bagian yang penting sengaja kami tebalkan (bold).

ISI SURAT

Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du:
Kepada al akh al karim Syaikh Mahmud hafidhahullah.
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Saya berharap surat saya ini sampai kepada kalian sementara kalian, keluarga kalian, anak-anak kalian dan para ikhwah yang bersama kalian dalam keadaan baik dan sejahtera. Hanya kepada Allah sajalah saya bertaqwa dan mendekatkan diri. Wa ba’du:
Saya awali surat saya kepada kalian ini dengan menyampaikan ta’ziyah kepada diri saya dan kepada kalian atas syahidnya saudara kita Syaikh Sa’id rahimahullah. Kami berharap kepada Allah SWT semoga memuliakan beliau dengan memberikan apa yang menjadi angan-angan beliau, yakni menerima beliau dalam golongan syuhada’, dan menghitung kesabaran dan keteguhan beliau sebagai timbangan kebaikan beliau.

[dipotong]

Di sini ada perkara penting yang harus diperhatikan, yaitu pelaksaan kita terhadap beberapa amaliyat yang tidak hati-hati sehingga berefek kepada berkurangnya simpati masyarakat terhadap mujahidin akan menggiring kita kepada kemenangan dalam beberapa pertempuran akan tetapi pada akhirnya kita akan kalah perang. Hal ini menuntut kita untuk mengadakan kajian secara cermat terhadap efek dari setiap amaliyat sebelum dilaksanakan, baik dari sisi untung dan dari sisi ruginya yang kemudian dapat diketahui mana yang lebih dominan dari keduanya.
Selain itu hendaknya dikumpulkan semua apa yang memungkinkan dikumpulkan sebelum amaliyat, terutama amaliyat fida-iyah in-ghimasiyah (bunuh diri) yang terkadang dilakukan oleh mujahidin dan juga yang lainnya seperti PLO misalnya, lalu dilakukan kajian terhadap sisi-sisi positif dan sisi-sisi negatifnya. Kajian ini dilakukan pada aspek:
Pertama adalah aspek prosedur amaliyat yang diperlukan untuk menyukseskan amaliyat atau celah-celah yang mengakibatkan kegagalannya, dan juga efek yang ditimbulkannya terhadap musuh.
Aspek kedua adalah dampaknya terhadap opini dan simpati publik kepada putra-putranya yang berjihad. Di antara amaliyat yang memiliki dampak sangat negatif terhadap para pendukung jihad adalah amaliyat yang menargetkan orang-orang murtad di dalam masjid atau di dekat masjid. Seperti usaha pembunuhan terhadap Dustum di lapangan shalat ‘Id dan usaha pembunuhan terhadap jenderal Muhammad Yusuf di sebuah Masjid di Pakistan. Dan sunggung sangat menyedihkan sekali ketika seseorang itu melakukan kesalahan lebih dari satu kali.
Selain itu saya juga ingin bermusyawarah dengan kalian mengenai sebuah ide, yaitu bagaimana kalau kelebihan kekuatan yang kita miliki, atau kekuatan yang tidak lagi memungkinkan dimanfaatkan untuk amaliyat di dalam negara Amerika maupun di untuk jihad di front-front yang telah terbuka, bagaimana kalau kekuatan tersebut diarahkan kepada amalliyat yang menargetkan kepentingan-kepentingan Amerika yang berada di luar negeri-negeri kaum muslimin untuk prioritas utamanya, seperti Korea Selatan, dan hendaknya kita hindari pelaksanaan amaliyat di negeri-negeri kaum muslimin selain negeri-negeri yang mengalami agresi dan penjajahan secara langsung.
Ada dua alasan mendasar kenapa kita harus hindari pelaksanaan amaliyat-amaliyat di negeri-negeri kaum muslimin.
Pertama, serangan yang dilakukan di negeri-negeri muslim itu akan semakin membuka peluang jatuhnya korban dari kaum muslimin. Dan meskipun para ikhwah telah diingatkan agar tidak terlalu longgar dalam menimbang masalah tatarrus, namun mereka masih saja belum paham batasan-batasannya, sehingga dalam realitanya masih saja terjadi sikap yang terlalu longgar dalam masalah tatarrus ini. Hal ini menjadikan kita memikul tanggung jawab di hadapan Allah SWT, itu satu, kemudian kita juga harus memikul kerugian dalam proyek lapangan dan gangguan dalam mendakwahkan jihad.
Kedua, kerugian yang sangat besar sekali yang dialami oleh para ikhwah yang berada di daerah di mana di sana mulai dilaksanakan program amaliyat, sebagai efek dari pemberangusan besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah terhadap para pemuda yang terlibat dalam program jihad, atau bahkan sampai terhadap yang hanya terlibat di dalam program dakwah. Lalu ditangkaplah puluhan ribu di antara mereka sebagaimana yang terjadi di Mesir, dan ribuan orang sebagaimana yang terjadi di negeri dua tanah suci. Padahal masalahnya adalah masalah pilihan waktu saja sementara persoalannya masih bisa ditangani dengan melanjutkan program menguras kekuatan gembong kekafiran dan aliran kehidupan yang menjadi penyokong pemerintah murtad di front-front yang telah terbuka, dengan tanpa menjadikan jihad harus membebankan kerugian tambahan akibat amukan penguasa terhadap para pemuda dan keluarga muslim dalam jumlah yang sangat besar seperti ini.

 

[dipotong oleh redaksi]

 

Sisi negatif lainnya dari pelaksaan amaliyat terhadap Amerika di negeri-negeri kaum muslimin yang penopang-penopang untuk suksenya jihad dan untuk menumbangkan pemerintah itu belum siap, adalah bahwasanya pemerintah itu demi menghidari tuduhan dari Amerika bahwa mereka tidak serius, maka pemerintah akan melakukan reaksi besar-besaran terhadap mujahidin yang mana hal itu mendorong mujahidin untuk melakukan pembelaan diri dan pembalasan terhadap pemerintah, yang kemudian akan menyeret para ikhwan masuk ke dalam peperangan melawan pemerintah pada saat kita memutuskan untuk belum memulai peperangan dengan pemerintah, dikarenakan kekuatan yang dimiliki para ikhwah belum siap untuk menghadapinya. Dengan begitu maka hasilnya sudah dapat dipastikan.
Di antara sisi negatif lainnya adalah bahwa menceburkan diri dalam (perang melawan pemerintah) seperti disebutkan di atas akan merubah strategi umum kita untuk tidak memecah kekuatan kita untuk berurusan dengan pemerintah pada tahap ini, selain kita akan menderita kerugian di sisi simpati kaum muslimin kepada kita ketika kita kehilangan opini kaum muslimin yang memandang bahwa kita adalah orang-orang yang membela kaum muslimin dan memerangi musuh terbesar mereka, yakni aliansi Salibis-Zionis, dan bukan sebagai orang yang membunuh orang-orang Islam dalam pandangan orang awam.
Karena jika kita memerangi pemerintah dalam kondisi seperti ini, dan kita tidak menyerang pemerintah kecuali pada saat mereka secara langsung menyerang kita, dan terjadinya peristiwa semacam ini berulang-ulang maka akan nampaklah bahwa kita adalah pihak yang terdhalimi sementara pemerintahlah adalah pihak yang mendhalimi. Hal ini akan semakin menambah kebencian masyarakat kepada pemerintah dan akan menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa para pengguasa itu tidak membela saudara-saudara kita di Palestina, Irak dan Afghanistan. Dan tidak hanya cukup sampai di situ, bahkan mereka telah memerangi para mujahidin yang membela keluarga kita di negeri-negeri tersebut.

[dipotong oleh redaksi]

Kemudian diminta kepada seluruh amir wilayah agar berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengendalikan program militer secara cermat dan tidak terlalu longgar dalam masalah tatarrus. Karena beberapa amaliyat yang dilakukan mujahidin yang dalam amaliyat tersebut ada kaum muslimin yang menjadi korban, itu masih memungkinkan untuk dicapai target serangannya dengan tanpa harus mengenai kaum muslimin. Hal itu dapat dilakukan dengan menambah sedikit kerja keras dan kehati-hatian. Demikian juga ada sebagian amaliyat yang seharusnya dibatalkan lantaran adanya kemungkinan jatuhnya masyarakat sipil menjadi korban tanpa ada kepentingan yang mendesak. Misalnya adalah amaliyat-amaliyat yang menargetkan beberapa pentolan kafir pada saat mereka melakukan kunjungan di tempat-tempat umum yang di sana terdapat kaum muslimin awam, padahal masih memungkinkan untuk diserang dengan di tempat yang jauh dari kaum muslimin.
Terjadinya kesalahan-kesalahan semacam ini adalah masalah besar karena tidak samar lagi bagi kalian betapa diharamkannya darah orang Islam, belum lagi kerugian yang berdampak kepada jihad lantaran menjauhnya masyarakat umum dari mujahidin akibat semua itu. Oleh karena itu semua ikhwah di wilayah wajib menyampaikan permintaan maaf dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Lalu harus ditanyai orang yang melakukan kesalahan lantaran beberapa keteledoran yang menyebabkan kesalahan itu terjadi dan apa saja prosedur yang ditempuh agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang lagi.

KESIMPULAN

dari petikan surat Syaikh Usamah di atas dapat kita tarik kesimpulan:

  1. Amaliyat jihad harus memperhatikan respon, opini dan simpati masyarakat umum terhadap mujahidin
  2. Dilarang keras amaliyat saat ibadah atau di masjid meskipun yang ditargetkan adalah tokoh murtad boneka barat
  3. Fokus pada amaliyat yang menyasar kepentingan amerika di luar negeri kaum muslimin dan di front-front jihad yang sudah terbuka peperangan
  4. Hindari amaliyat di negeri-negeri kaum muslimin kecuali yang mengalami agresi dan penjajahan langsung dari Amerika
  5. Amaliyat jangan sampai berefek pada pemberangusan jama’ah jihad dan jama’ah dakwah lainnya
  6. Jangan terlibat peperangan dengan pemerintah dimana penopang-penopangnya tidak siap
  7. Jangan sampai satu orangpun kaum muslimin menjadi korban,  lebih baik dibatalkan.

DOWNLOAD FILE ASLI SURAT KE 19 LETTER FROM ABBOTTABAD

Maka semestinya sebuah jama’ah atau daulah yang merasa merupakan penerus perjuangan beliau semestinya mengikuti taujih beliau ini,  dimana kami melihat bahwa langkah-langkah Syaikh Aiman sudah sesuai dengan jalur arahan beliau.

(AZ)

JAWABAN CERDAS SYAIKH AL-MAQDISY SEPUTAR TAKFIR

SAAT MERAYAKAN IED BOM MOBIL ISIS MELEDAK DI AFGHANISTAN