Duniaekspress.com (25/6/2018)- Pemerintah Arab Saudi mengatakan telah mencegat dua rudal di ibukota Riyadh, yang diluncurkan dari wilayah yang dikuasai pemberontak di negara tetangganya, Yaman.

Pemberontak Houthi Yaman telah menembakkan serangkaian rudal ke dalam kerajaan dalam beberapa bulan terakhir sebagai pembalasan terhadap serangan udara oleh koalisi Saudi-Emirat yang mendukung pasukan pro-pemerintah di negara termiskin di dunia Arab (Yaman, red).

“Setidaknya enam ledakan keras terdengar pada hari Ahad dan kilatan terang terlihat di langit di atas Riyadh”, seorang saksi mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Pecahan peluru terlihat di jalan di pusat diplomatik di mana sebagian besar kedutaan berada dan banyak orang asing tinggal.

“Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi mencegat dan menghancurkan misil-misil. Beberapa puing-puing rudal yang disergap mendarat di daerah pemukiman, untungnya tanpa menimbulkan korban,” kata juru bicara koalisi Turki al-Malki dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Al jazeera, Senin (25/6/2018).

Media yang dikelola Houthi mengatakan, rudal-rudal Burkan ditembakkan ke kementerian pertahanan Saudi dan target lainnya.

“Semakin lama agresi dan perang berlanjut, semakin besar kemampuan rudal balistik kami,” kata Al Mayadeen TV mengutip juru bicara Houthi, Mohammed Abdul-Salam.

Baca Juga:

HABISKAN $2,8 TRILYUN BIAYA YANG DIKELUARKAN AS DALAM MEMERANGI TERORISME

PEMUDA PALESTINA TABRAK SERDADU ISRAEL DI BETLEHEM

Serangan itu adalah yang pertama untuk menargetkan Riyadh sejak koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan pekan lalu untuk menangkap kota pelabuhan Yaman Hudaida, dalam pertempuran terbesar perang tiga tahun yang bertujuan melemahkan Huthi dengan memotong jalur suplai utama mereka.

Ada peningkatan kehadiran keamanan dan mobil pemadam kebakaran di kuartal diplomatik setelah serangan rudal hari Minggu, yang merupakan yang keenam di Riyadh sejak Desember.

Koalisi dukungan Barat ikut campur dalam perang Yaman pada tahun 2015 untuk menggulingkan kaum Houthi dan memulihkan pemerintahan yang diakui internasional di pengasingan.

Riyadh menuduh Houthi menggunakan pelabuhan itu untuk menyelundupkan senjata buatan Iran, termasuk rudal – tuduhan yang dibantah oleh kelompok itu dan Teheran.