Duniaekspress.com. (26/6/2018). Syaikh al fatih Abu Muhammad al Joulani hafizahullah Kalau kita sudah mengenal beliau maka salah satu sifat yang sangat kentara dari pribadi beliau adalah sangat menyayangi kaum muslimin semuanya dan tak pernah membedakan terkait kelompoknya.

Dan beliau juga dikenal garang dan tegas manakala berhadapan dengan orang-orang kuffar dan murtad yang senantiasa memerangi kaum muslimin dan mujahidin dimanapun mereka berada.

Beliau juga pernah berpesan kepada seluruh anggotanya untuk menanamkan sifat “Asyiiddau ‘alal kuffar, ruhamaau bainahum” yaitu keras kepada orang-orang kuffar dan berkasih sayang terhadap kaum muslimin, sebagaimana sifat dari para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Foto Adam Muhammad.

poto : syaikh abu muhammad al joulani saat mengunjungi masyarakat yang menjadi korban kebiadaban rezim assad

Ketika dulu beliau menjadi amir Jabhah Nusrah lil ahli Syam (Al Qaidah).
Syaikh Abu Muhammad al Joulani pernah berpidato dengan mengatakan,

“Wahai bala tentara Jabhah Nushrah, bersikaplah lemah lembut terhadap masyarakat, janganlah kalian membebankan mereka dengan apa yang tidak sanggup mereka pikul, berusaha keraslah untuk melayani mereka, lindungilah mereka, sayangilah mereka yang ada di bumi maka kalian akan disayang oleh para penghuni langit.

Kasihanilah mereka yang muda dan hormatilah mereka yang tua, tunjukkanlah rasa hormat kalian kepada pemuka-pemuka mereka, dengarkanlah pendapat mereka dan kunjungilah rumah-rumah mereka, didiklah mereka yang tidak tahu, dan orang-orang yang tidak pernah mempelarajari kebenaran selama bertahun-tahun.

Janganlah kalian mengabaikan masyarakat padahal mereka telah berada di pihak kalian, teruskanlah menjaga kehormatan dan darah mereka, jagalah para muhajirin serta keluarga mereka, setiap seorang anshar harus menjadikan seorang muhajir saudaranya, menempatkannya di rumahnya, dan melindungi jiwanya.

Hormatilah para ahli ilmu dan para ulama, jagalah para sesepuh yang bijak, dengarkan dan taatilah para pemimpin kalian jika itu dalam hal yang kebaikan. Jauhilah kezhaliman karena kezhaliman merupakan kegelapan pada hari kiamat.

Tunaikanlah amanah yang diberikan kepada kalian, janganlah kalian mengkhianati orang yang mengkhianati kalian, kembalikanlah hak-hak kepada yang berhak dan berlaku adillah kalian, janganlah karena kebencian kalian terhadap suatu kaum menjadikan kalian tidak berlaku adil. Pegang teguhlah kebenaran dan jangan takut terhadap ejekan mereka yang suka mengejek.

Bertaubatlah kepada Allah dari segala dosa yang telah kalian lakukan. Janganlah merespon kebatilan dengan kebatilan juga, akan tetapi kebatilan itu harus dilawan dengan kebenaran. Bekerjasamalah dalam segala kebaikan dengan faksi-faksi yang tulus dalam berjuang, jadikanlah ikatan Islam dan Tauhid sebagai ikatan yang kokoh di antara kalian, di atasnya kalian memberikan loyalitas, demi membelanya kalian memusuhi, dan di bawah hukum Islam kalian bersatu, dan berhati-hatilah terhadap faksi-faksi bayaran yang berkoalisi dengan para neo salibis.

Janganlah kalian memusuhi orang yang jujur dan orang yang netral, hadapilah musuh kalian, janganlah kalian kasihani para mata-mata dan orang yang membantu para penyembah salib atau kaum yang fasis, taatlah kalian kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesama kalian, karena kehancuran itu masuk melalui perselisihan.

Jauhilah orang-orang yang suka menggunjing dan suka mengadu domba, karena seorang pengadu domba dapat merusak sesuatu dalam satu jam yang mana seorang penyihir baru dapat merusaknya setelah satu tahun. Jauhilah sikap ghuluw, karena tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agama melainkan ia akan dikalahkan, berdirilah di tengah-tengah pemikiran khawarij dan murjiah.

Jika kalian menutuskan hukum di tengah-tengah manusia, maka putuskanlah dengan adil, perhatikanlah fiqh waqi’, kondisi, dan keadaan masyarakat, fahamilah batasan-batasan syubhat, janganlah kalian mengerjakan sesuatu yang tidak kalian ketahui, janganlah kalian melibatkan diri kalian untuk berfatwa terhadap suatu permasalahan, dan serahkanlah apa yang samar-samar kepada para ahli ilmu dan para ulama.”

penulis : @Adam Muhammad

 

baca juga, SYAIKH AL-FARGHLI : “NASEHAT DAN KABAR GEMBIRA”