MANHAJ SOMBONG

Oleh: Syaikhul Mujahidin fi Biladisy Syam Abdullah Al Muhaisiny hafizhahullah

Duniaekspress.com. (27/6/2018). Kali ini aku ingin berbicara tentang penyakit kronis yang mana kalau ia menyebar harus segera diberi dihilangkan, penyakit terangkum dalam kalimat ana khairun minhu-aku lebih baik darinya.
Aku telah membaca banyak kitab tarikh dan kitab hadits. Kemudian aku renungkan orang-orang yang tersesat dan orang-orang yang terpuruk. Sama saja, baik yang dari golongan, kelompok dan individu di mana kebanyakan dulu adalah ahli ibadah, pemilik keistiqamahan, dan dekat dengan alquran.
Namun mereka melakukan maksiat hati (dan banyak yang lalai dari hal ini) padahal kalau ia sampai masuk ke dalam hati pasti akan merusaknya.
Inilah penyakit sombong!
Aku berbicara sombong, bukan yang kumaksud sombong dalam berpakaian, harta, atau penampilan. Karena yang kudapati mereka berlaku zuhud terhadap hal-hal tersebut.
Namun kesombongan mereka adalah: sombong pemikirinnya, sombong dengan manhajnya, sombong dengan kelompoknya, sombong dengan ibadahnya.
Ia memandang bahwa hanya dirinyalah yang termasuk thaifah manshurah (kelompik yang akan dimenangkan Allah), dia memandang dialah yang paling layak memperjuangkan agama Allah, ia memandang ibadahnya yang lebih layak diterima daripada yang lain.
Kemudian memandang orang selain dia dan kelompok selain dia tidak layak jadi khatib, guru, imam dan qadhi karena tidak bisa dipercaya dalam urusan agama Allah.
Saat diajak berdiskusi dia menjawab: Aku lebih baik darinya.
Contoh di masa sekarang adalah kelompok khawarij. Aku sering renungi keadaan mereka, betapa menakutkan jika Allah timpakan bencana hal yang sama kepada kita. Aku mereka menjadi seperti itu karena mereka mendatangi pintu kesombongan.
Aku sudah pernah hidup berdampingan dengan mereka dan menyaksikan di checkpoint betapa sombongnya mereka terhadap orang lain hingga salam dan tersenyum. Dan kesombongan mereka terhadap ulama kaum muslimin dengan memberikan julukan yang buruk yang mengarahkan bahwa merekalah pemilik kebenaran mutlak.
Tetapi kalian pun sudah melihat bagaimana akhir kehidupan mereka. Sebagian mereka dipenjara dimana dulu mereka dibina di sana.
Related image

poto : syaikh Abdullah Al Muhaisiny hafizhahullah

Nyatanya penyakit ana khairun minhu-aku lebih baik darinya tidak hanya menjangkiti khawarij. Tapi virus ini juga menulari personel yang berada di kelompok-kelompok islam. Kamu saksikan mereka mengklaim kelompoknya yang lebih islami  dibandingkan yang lain (fsa). Melihat dengan kesombongan orang yang merokok atau hal maksiat lain. Tapi ia lupa bahwa dosa kesombongan bisa jadi lebih besar dari orang merokok yang disombonginya.
Simpulan, wahai orang yang diberkahi…Sesungguhnya orang yang sombong adalah orang yang paling jauh dari hidayah dan orang yang paling jauh dari kemenangan dunia akhirat. Cukuplah 2 ayat ini untukmu
﴿ سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ﴾
 Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar……(Al-‘A`rāf):146
﴿ تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ ﴾
Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Qaşaş):83.  (RR)
Wallahu A’lam
Penerjemah: Ihsan Abu Zubair