Duniaekspress.com (29/6/2018)- Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi pada hari Kamis (28/6) memerintahkan untuk segera mengeksekusi  mati semua terpidana “teroris” kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) sebagai balas atas pembunuhan mereka terhadap delapan tawanan.

“Eksekusi segera terhadap teroris yang dijatuhi hukuman mati yang hukumannya telah melewati tahap yang menentukan”, kata Abadi di kantornya, seperti yang dikutip Al Jazeera, Rabu (28/6/2018). Mengacu pada narapidana yang bandingnya telah habis.

Dia (Abadi, red) telah bersumpah untuk membalas kematian para tahanan ISIS, sehari setelah mayat mereka ditemukan di sepanjang jalan raya di utara ibukota, Baghdad.

“Pasukan keamanan dan militer kami akan melakukan pembalasan yang keras terhadap sel-sel teroris ini,” katanya kepada para pejabat militer senior dan para menteri.

“Kami berjanji bahwa kami akan membunuh atau menangkap mereka yang melakukan kejahatan ini,” katanya.

Mayat-mayat itu, yang ditemukan Rabu di Tel Sharaf di provinsi Salaheddin, membusuk dan telah diikat dengan rompi peledak, kata tentara.

Mereka termasuk enam korban penculikan yang muncul dalam sebuah video yang diproduksi ISIS dengan wajah-wajah memar yang parah.

ISIS mengklaim mereka adalah petugas polisi Irak atau anggota pasukan paramiliter Hashed al-Shaabi.

Lebih dari 300 orang, termasuk sekitar 100 wanita asing, telah dijatuhi hukuman mati di Irak dan ratusan lainnya dipenjara seumur hidup untuk keanggotaan kelompok ISIS, kata sumber peradilan pada bulan April.

Sebagian besar wanita yang divonis berasal dari bekas republik Soviet, sementara seorang pria Rusia dan seorang warga negara Belgia juga berada di ambang kematian.

Baca Juga:

GEMPURAN REZIM ASSAD DI DARAA, PULUHAN WARGA SIPIL TEWAS

KAPAL NELAYAN CINA BUTAKAN PILOT MILITER AMERIKA DENGAN LASER

Irak menyatakan kemenangan atas IS pada Desember setelah mengusir para pejuang dari semua pusat kota termasuk Mosul kota kedua dalam kampanye militer besar-besaran.

Namun militer Irak terus melakukan operasi yang menargetkan sebagian besar wilayah gurun di sepanjang perbatasan berpori dengan Suriah.