Duniaekspress.com (30/6/2018)- Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, tentara Israel telah membunuh dua warga Palestina pada hari Jumat (29/6) di tengah demonstrasi massa yang sudah terjadi selama berbulan-bulan terhadap pendudukan tanah Palestina.

“Selama demonstrasi hari ini di Khan Yunis dan Rafah, Gaza selatan, Mohammad Fawzi al Hamaida, 24, dan seorang Palestina berusia 13 tahun tewas oleh penembak jitu pasuka Israel,” kata Ashraf al-Qidra, seorang juru bicara kementerian, seperti yang dilansir Anadolu Agency, Jum’at (29/6/2018).

Sebelumnya, ribuan warga berdatangan ke camp aksi kepulangan yang bertebaran di Gaza Timur pada Jumat siang untuk berpartisipasi dalam aksi Jumat ke 14 pawai kepulangan akbar, yang mengusung tema “Dari Gaza ke Tepi Barat, Satu Darah, Satu Perjuangan.”

Pusat Informasi Palestina melaporkan, ribuan warga berdatangan sejak Jumat siang ke kemah kepulangan, untuk berkontribusi dalam aksi “Dari Gaza ke Tepi Barat, Satu Darah, Satu Perjuangan.”

Segera setelah warga tiba di kemah kepulangan, pasukan Israel melancarkan tembakan gas air mata, yang direspon oleh para pemuda dengan membakar ban, untuk menutupi pandangan para sniper Israel.

Sementara itu para pemuda Palestina terus melanjutkan peluncuran balon-balon api ke wilayah jajahan zionis di Gaza Timur, menurut sumber media Israel, terjadi kebakaran di 5 titik sampai saat ini.

Baca Juga:

DERITA PENGUNGSI DARAA

ISRAEL TIDAK MENGIZINKAN PENGUNGSI SURIYAH MEMASUKI WILAYAHNYA

Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 130 demonstran Palestina telah menjadi martir – dan ribuan lainnya terluka – oleh tembakan tentara Israel.

Para pengunjuk rasa menuntut “hak untuk kembali” ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah dari mana mereka didorong pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade Jalur Gaza yang sudah berlangsung satu dasawarsa, yang telah menghancurkan perekonomian kantong pesisir dan merampas 2 juta penduduknya dari banyak komoditas pokok.