Duniaekspress.com (1/7/2018)- Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan berakhirnya secara resmi gencatan senjata pemerintahnya dengan Taliban dan memerintahkan pasukan keamanan untuk melanjutkan operasi terhadap kelompok itu.

Dalam konferensi pers Sabtu di Kabul, Ghani mengulangi seruan kepada Taliban untuk bergabung dalam proses perdamaian setelah mengumumkan berakhirnya gencatan senjata pemerintah 18 hari.

“Tidak seorang pun berhak memonopoli proses perdamaian, sekarang keputusan Taliban, apakah mereka ingin terus membunuh atau bergabung dengan proses perdamaian.” kata Ghani seperti yang dikutip al Jazeera, Sabtu (30/6/2018).

Berita Terkait:

THALIBAN BELUM MERESPON AJAKAN GENCATAN SENJATA REZIM KABUL

UNTUK PERTAMA KALINYA THALIBAN UMUMKAN GENCATAN SENJATA

Sebelumnya sebuah langkah yang tak terduga diambil Ghani pada tanggal 5 Juni yang mengumumkan gencatan senjata tanpa syarat dengan Taliban, bertepatan dengan akhir Ramadhan.

Kemudian disusul Taliban yang Pada tanggal 9 Juni, mengumumkan bahwa pejuang mereka akan berhenti menyerang pasukan keamanan Afghanistan selama tiga hari pertama Idul Fitri.

Ghani mengatakan gencatan senjata itu terbukti “98 persen berhasil” dan bahwa mayoritas pejuang Taliban dan warga sipil menginginkan perdamaian.

“Giliran Taliban untuk memberikan respon positif,” katanya. “Saya siap memperpanjang gencatan senjata kapan saja ketika Taliban siap.”

Sekelompok aktivis perdamaian Afghanistan berjalan dari provinsi Helmand ke Kabul selatan bulan ini dengan permohonan kepada semua pihak untuk mengakhiri konflik, tetapi Taliban menolak pembicaraan dan melanjutkan pertempuran bulu di beberapa bagian Afghanistan.

Taliban berjuang untuk mengusir pasukan asing dari Afghanistan dan menerapkan hukum Islam di negara itu, yang telah mereka lakukan sebelum pemindahan mereka oleh pasukan pimpinan AS pada 2001.

“Tidak ada yang berbicara tentang penarikan pasukan asing. Tujuan mereka adalah bahwa kami meletakkan senjata kami dan menerima rezim yang diangkat oleh penjajah,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga:

MUJAHIDIN HTS SERU MILITAN ISIS UNTUK BERTAUBAT

SEKJEN PBB: SEGERA HENTIKAN OPERASI MILITER DI DARAA

Pada hari Sabtu, Taliban mengatakan mereka telah menyerang Dasht-e Qala, sebuah distrik di provinsi utara Takhar, menewaskan ratusan petugas polisi dan mengambil alih gedung-gedung pemerintah.

Pejuang Taliban menewaskan 30 pasukan keamanan dalam serangan di dua pos pemeriksaan di provinsi barat Badghis pada hari Rabu, menurut Abdul Aziz Bek, kepala dewan provinsi Badghis.

“Sejumlah besar Taliban datang dari beberapa arah,” kata Bek. “Setelah beberapa jam pertempuran sengit 30 pasukan keamanan Afghanistan tewas dan Taliban merebut pangkalan itu.” ujarnya. (IF)