BOM MEMATIKAN HANTAM JALALABAD

Duniaekspress.com (2/7/2018)- Juru bicara Gubernur Jalalabad mengatakan, setidaknya 19 orang, termasuk 10 pemeluk agama Sikh Afghanistan tewas dalam pemboman bunuh diri di kota timur Jalalabad.

” Bom mematikan pada Minggu itu merusak sejumlah toko dan bangunan di sekitar alun-alun Mukhaberat, kata Attaullah Khogyani, seperti dilansir Al Jazeera, Ahad (1/7/2018).

Pemboman itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meresmikan sebuah rumah sakit di kota itu, ibukota provinsi Nangarhar.

Ghulam Sanayi Stanekzai, kepala polisi Nangarhar, mengatakan ledakan itu disebabkan oleh seorang pembom bunuh diri yang menargetkan kendaraan yang membawa anggota minoritas Sikh yang melakukan perjalanan untuk bertemu dengan presiden.

Baca Juga:

CEGAH MASUKNYA ISIS, IRAK BANGUN PAGAR KEAMANAN

DEMONSTRASI KENAIKAN HARGA DI IRAN, 4 PENDEMO TEWAS

Inaamullah Miakhel, juru bicara departemen kesehatan provinsi Nangarhar, mengatakan 19 orang telah tewas dan 20 orang terluka. Para pejabat mengatakan sedikitnya 10 orang yang tewas adalah orang Sikh.

Media setempat melaporkan bahwa pasukan keamanan segera mengepung tempat ledakan ketika ambulans memindahkan korban ke rumah sakit.

Belum ada klaim tanggung jawab atas kejadian tersebut.

Baca juga:

GENCATAN SENJATA SECARA RESMI BERAKHIR DI AFGHANISTAN

Sebelumnya, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan berakhirnya secara resmi gencatan senjata pemerintahnya dengan Taliban dan memerintahkan pasukan keamanan untuk melanjutkan operasi terhadap kelompok itu.

Dalam konferensi pers Sabtu di Kabul, Ghani mengulangi seruan kepada Taliban untuk bergabung dalam proses perdamaian setelah mengumumkan berakhirnya gencatan senjata pemerintah 18 hari.

“Tidak seorang pun berhak memonopoli proses perdamaian, sekarang keputusan Taliban, apakah mereka ingin terus membunuh atau bergabung dengan proses perdamaian.” kata Ghani seperti yang dikutip al Jazeera, Sabtu (30/6/2018).