DEMONSTRASI KENAIKAN HARGA MELETUS DI BARAT DAYA IRAN, 4 PENDEMO TEWAS DI TANGAN APARAT

duniaekspress.com, 1 Juli 2018. Demonstrasi telah berlangsung pada hari kedua di Baratdaya Iran, di kota Muhammarah,  polisi sampai harus menembakkan senjatanya yang menyebabkan minimal empat orang pemrotes meregang nyawa.
Video-video protes tersebut beredar di media sosial yang menunjukkan bentrokan antara demonstran dengan pasukan keamanan Garda Revolusi dimana terdengar slogan-slogan “matilah Khamenei”.

Berita kematian para demonstran terjadi sehari setelah protes besar meletus pada hari Jumat ketika ribuan orang berkumpul di kota Khorramshahr di depan masjid pusat kota.

Demonstrasi dan protes marak diakibatkan situasi ekonomi yang memburuk di kota mereka, serta kurangnya dukungan untuk kota-kota mereka dimana slogan-slogan yang dilantunkan terhadap “rezim pencuri” marak didengar.
Terjadinya devaluasi mata uang negara yang signifikan, rial, yang mengganggu bisnis karena naiknya biaya impor.

Rial berada di bawah tekanan berat dari ancaman sanksi AS. Setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk mundur dari perjanjian kekuatan dunia dengan Iran dalam program nuklirnya, beberapa sanksi AS akan diberlakukan kembali pada bulan Agustus dan beberapa pada bulan November. Ini bisa memotong pendapatan mata uang keras Iran dari ekspor minyak, dan prospek memicu konversi panik dari tabungan mata uang Iran ke mata uang dolar.
Pekan lalu, para pedagang di Grand Bazaar Teheran melakukan langkah yang langka menyusul laporan sebelumnya tentang protes jalanan di kota-kota provinsi.

MUJAHID SMILEY : IRAN GATE

BANTAHAN ATAS TIDAK ADANYA UDZUR JAHIL DALAM PERKARA SYIRIK

Iran terpuruk oleh kenaikan harga, dan tingkat pengangguran tercatat telah melebihi sepertiga pekerja di bawah umur 30-an menganggur dari pekerjaan.

Protes terbaru dilakukan oleh lusinan selama tahun baru yang menyebabkan sedikitnya 25 orang tewas.

(AZ)