AKIBAT TERUS DIGEMPUR REZIM PENGUNGSI MENINGKAT

Duniaekspress.com (2/7/2018)- Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada hari Ahad mengatakan, jumlah orang yang telah melarikan diri dari kota Daraa di Suriah ke daerah perbatasan dekat Yordania dan Israel sekarang berjumlah sekitar 198.000.

Setidaknya 214 warga sipil telah tewas dalam serangan intensif rezim Bashar Assad yang didukung pasukan udara Rusia, di Daraa antara 15 Juni dan 30 Juni, SNHR mengatakan dalam sebuah laporan.

“Korban jiwa termasuk 65 anak-anak dan 43 wanita,” kata LSM itu, seperti yang dikutip Anadolu, Ahad (1/7/2018).

Baca Juga:

BOM MEMATIKAN HANTAM JALALABAD

CEGAH MASUKNYA ISIS, IRAK BANGUN PAGAR KEAMANAN

Serangan rezim telah memaksa ribuan warga sipil melarikan diri ke daerah perbatasan dekat Yordania dan Israel.

“Pengungsi Suriah telah berbondong-bondong ke perbatasan tetapi pihak berwenang Yordania tidak mengizinkan mereka masuk ke negara itu,” lapor koresponden Anadolu di Yordania

Pada hari Kamis, Amman menyatakan kesiapannya untuk mendukung peran PBB dalam membantu pengungsi Suriah – tetapi tanpa melangkah terlalu jauh untuk membuka perbatasan.

Berita Terkait:

SEKJEN PBB: SEGERA HENTIKAN OPERASI MILITER DI DARAA

DERITA PENGUNGSI DARAA

Dalam beberapa hari terakhir, Daraa menjadi sasaran serangan udara dan darat yang intens oleh rezim Bashar al-Assad dan sekutu-sekutunya, yang telah maju jauh ke pedesaan timur Daraa, menangkap kota-kota Busra al-Harir dan Nahtah.

Setelah pembicaraan damai yang diadakan tahun lalu di ibukota Kazakhstan, Astana, Daraa ditetapkan sebagai “zona de-eskalasi” di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Suriah baru saja mulai muncul dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.