Duniaekspress.com (2/7/2018)- Pejabat kepolisian Irak mengatakan, serangan bom mobil bunuh diri di dekat sebuah gudang yang menyimpan kotak suara di provinsi Irak utara, Kirkuk, telah menewaskan sedikitnya satu polisi dan melukai 22 orang.

“Serangan di bagian selatan provinsi itu terjadi pada hari Ahad ketika seorang sopir menabrakkan mobilnya yang sarat bahan peledak di dekat gerbang gedung, kata Hamed al-Obeidi, kapten polisi seperti dikutip oleh Anadolu Agency, Ahad (1/7/2018)

“Sebagian besar yang terluka adalah personil keamanan,” tambahnya.

Sumber keamanan yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya empat warga sipil termasuk yang terluka.

“Sembilan polisi, enam anggota unit anti-teroris dan empat warga sipil terluka ketika sebuah bom mobil yang digerakkan oleh seorang pembom bunuh diri meledak di gerbang utama gudang,” kata sumber itu.

Kotak suara tidak rusak, menurut komisi pemilihan Kirkuk.

“Penargetan situs penyimpanan kotak suara mengirim pesan yang kuat, tetapi pasukan kami mampu menggagalkan setiap rencana yang dimaksudkan untuk merusak keamanan Kirkuk,” kata Gubernur Kirkuk Rakan Saeed al-Jabouri.

Baca Juga:

PASUKAN PATROLI PERANCIS DAN SEKUTUNYA DISERGAP, 4 TEWAS 23 TERLUKA

SNIPER WANITA DALAM PERTEMPURAN DI SURIYAH

TERUS DIGEMPUR REZIM, JUMLAH PENGUNGSI MENINGKAT

 

Serangan itu terjadi dua hari sebelum komisi pemilihan Irak memulai penghitungan ulang suara secara manual dari pemilihan parlemen 12 Mei yang disengketakan.

Awal bulan ini, parlemen Irak yang mengelaurkan keputusan yang mengamanatkan bahwa suara harus dihitung secara manual, keputusan yang ditegakkan oleh Mahkamah Agung.

Akibatnya, pengadilan membatalkan komisi pemilihan sembilan anggota Irak dan menggantikan mereka dengan hakim.

Juru bicara hakim, Laith Hamza, mengatakan pada hari Sabtu bahwa penghitungan ulang parsial akan dimulai pada Selasa di provinsi Kurdi Erbil, Sulaymaniyah dan Duhok, serta di Kirkuk, Nineveh, Salaheddin dan Anbar.