APLIASI AL-QAIDAH, JNIM , KLAIM BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENYERGAPAN PASUKAN PERANCIS

Duniaekspress.com. (3/7/2018). Washington – Situs web Amerika Serikat SITE, yang khusus memantau aktivitas kelompok-kelompok “ekstremis” di dunia maya, mengatakan bahwa kelompok Islam yang berafiliasi dengan Al-Qaidah di Mali bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Prancis di Kota Gao, Mali Utara, Ahad lalu.

Sedikitnya empat tentara Prancis terluka dalam serangan pada malam hari itu, menurut keterangan resmi.

SITE mengatakan dalam pernyataan pada Senin (02/07), Jama’ah Nusratul Islam Wal Muslimin (JNIM) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok yang terbentuk dari faksi-faksi jihadis itu mengatakan bahwa serangan ini adalah pesan kepada Presiden Prancis Emanuel Makcron sebelum mengunjungi Mauritania pada Senin ini.

Makcron mengatakan, setibanya di ibukota Nouakchott, Mauritania, bahwa tentaranya yang terluka dalam proses pemulangan dari Gao menuju Prancis melalui udara.

Dia menambahkan bahwa ia akan bertemu dengan presiden Mali, Niger, Burkina Faso, Chad dan Mauritania di sela-sela pertemuan puncak Uni Afrika. Negara-negara Afrika yang tergabung dalam Kelopok Sahel itu telah membentuk pasukan gabungan untuk menghadapi jihadis.

“Kami akan bertemu sore ini untuk membuat keputusan konkrit tentang pengerahan kembali pasukan kami,” kata Makcron.

Kekuatan Barat, termasuk Prancis dan Amerika Serikat, mendanai pasukan Afrika untuk menghadapi jihadis. Namun kekuatan itu lambat untuk memulai operasi dan terhambat oleh lambatnya pencairan dana dan koordinasi di antara lima negara itu.

Wilayah Sahel yang jarang penduduk menjadi basis para jihadis untuk meluncurkan operasi-operasi ke negara boneka dan pasukan penjajah asing. Keberadaan mereka membuat kepentingan Barat di negara itu terancam.

JNIM merupakan gabungan kelompok-kelompok jihadis di Afrika. Sejak dibentuk tahun lalu, organisasi ini telah meluncurkan serangan militer terhadap pasukan asing dan lokal. (RR).

Sumber: Reuters

 

Baca juga, PASUKAN PATROLI PERANCIS DAN SEKUTUNYA DISERGAP, 4 TEWAS 23 TERLUKA