Duniaekspress.com (3/7/2018)- Sebuah sumber mengatakan pemerintah Jerman mengidentifikasi dan menangkap Asdollah Assadi, seorang diplomat syi’ah Iran karena dicurigai terlibat dalam merencanakan serangan bom besar yang menargetkan pertemuan oposisi Iran di Paris.

Dalam kasus terkait, dua tersangka ditangkap oleh polisi Belgia pada hari Sabtu, dengan 500 gram TATP, sebuah bahan peledak yang diproduksi dari bahan kimia yang mudah didapat, serta perangkat detonasi yang ditemukan di mobil mereka, informasi tersebut dismapaikan dalam pernyataan bersama Jaksa Belgia dan dinas intelijen Belgia.

Tiga penangkapan lainnya dilakukan di Perancis.

Baca Juga:

SEJAK 2018 25 ANAK PALESTINA TEWAS DI TEPI BARAT

MESIR BUKA KEMBALI GERBANG RAFAH

Kelompok oposisi Iran yang diasingkan NCRI menjadi tuan rumah konferensi Kemerdekaan Iran tahunan mereka di Perancis yang dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump, pengacara Rudy Giuliani dan beberapa mantan menteri Eropa dan Arab.

“Sebelum Asadollah Assadi, seorang individu dengan nama Mostafa Roudaki adalah kepala stasiun MOIS di kedutaan rezim di Austria. Roudaki dipindahkan ke Teheran dan kemudian dikirim ke Albania pada 2017 sebagai kepala stasiun MOIS di sana untuk merencanakan menentang Organisasi Mujahidin Rakyat Iran, ”sumber itu menambahkan.