Duniaekspress.com (5/7/2018)- Pasukan Irak melancarkan operasi besar-besaran terhadap sisa-sisa ISIS pada hari Rabu (4/7) setelah kemarahan publik atas pembunuhan yang dilakukan ISIS terhadap sekelompok warga sipil yang diculik.

“Oprasi ini dijuluki “Vengeance for the Martyrs”, operasi akan melibatkan tentara, pasukan khusus, polisi dan pejuang peshmerga Kurdi untuk memburu sel ISIS di Ibukota negara,” kata Komando Operasi Bersama Irak (JOC), seperti yang dilansir Al Arabiyah, Rabu (4/7/2018)..

Itu terjadi setelah mayat delapan tawanan yang ditahan kelopok ISIS ditemukan akhir bulan lalu di sepanjang jalan raya utara Baghdad. Beberapa korban penculikan telah muncul dalam sebuah video di mana ISIS mengancam akan mengeksekusi mereka kecuali Baghdad membebaskan tahanan perempuan.

Baca Juga:

ISLAMOPHOBIA, REMAJA MUSLIMAH DISERANG DI BELGIA

SERANGAN ROKET HOUTHI KE SAUDI LUKAI BOCAH LIMA TAHUN

Dalam pernyataannya JOC mengatakan tentara, polisi federal, pasukan khusus, pejuang peshmerga dan pasukan paramiliter Hashed al-Shaabi telah meluncurkan “operasi besar untuk membersihkan kawasan timur dari jalan raya Diyala-Kirkuk”.

Operasi itu didukung oleh angkatan udara Irak dan koalisi pimpinan AS yang melakukan intervensi terhadap ISIS di Irak dan Suriah setelah ISIS menguasai sebagian besar kedua negara pada 2014.

“Satu orang anggota ISIS telah tewas dan delapan ditangkap,” kata JOC.

” Dan peralatan termasuk kendaraan dan bom dihancurkan,” tambahnya.

Operasi itu menandai pertama kalinya pasukan federal Irak dan peshmerga bekerja bersama sejak bentrokan menyusul referendum kemerdekaan Kurdi tahun lalu.

Irak menyatakan kemenangan atas ISIS pada bulan Desember setelah mengusir para jihadis dari semua kota besar dan kota dalam serangan besar-besaran.

Namun militer Irak terus melakukan operasi yang menargetkan sebagian besar daerah gurun dari mana para ekstrimis terus melakukan serangan.

Perdana Menteri Haider al-Abadi telah bersumpah untuk membalas delapan warga sipil yang tewas oleh ISIS dan memerintahkan eksekusi ratusan anggota ISIS yang ditahan. Tigabelas terpidana ISIS telah dieksekusi pekan lalu.