Duniaekspress.com. (5/7/2018). Setiap pemikiran, ide, kalau dia mau diwujudkan, ditegakkan, sehingga ia berlaku di kehidupan manusia harus  didukung oleh tentara dan senjata.

Saya hanya ingin mengajak untuk menerima dan memahami, paling tidak memaklumi, walaupun belum menerima dengan iklas dan tulus, bahwa; “Satu pemikiran atau ide, kalau mau ditegakkan sehingga ia berlaku dalam kehidupan manusia itu mesti dikawal dengan kekuatan bersenjata, itu pasti…

Ditegakkan…

Sementara Islam perintahnya di dalam surat Asy-Syura ayat 13 jelas sekali, perintahnya kepada semua umat sejak zaman Nuh ‘Alaihissallam sampai Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam, perintah Alloh kepada umat-umatnya itu adalah أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ (Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya)

Islam itu untuk ditegakkan…
Bukan untuk diperkenalkan…
Bukan untuk diperdagangkan…
Apalagi untuk hiburan…

Paling tidak bukan HANYA untuk di perkenalkan…

______________________

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنزلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Alloh tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hadid : 25)

وَقَدْ رَوَى الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ، مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَابِتِ بْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي الْمُنِيبِ الْجُرَشِيِّ الشَّامِيِّ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “بُعِثتُ بِالسَّيْفِ بَيْنَ يَدَي السَّاعَةِ حَتَّى يُعبَد اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وجُعِل رِزْقِي تَحْتَ ظِلّ رُمْحي، وَجَعَلَ الذِّلَّةُ والصِّغار عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي، وَمَنْ تَشبَّه بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ”

Imam Ahmad telah meriwayatkan (juga Abu Daud) melalui hadis Abdur Rahman ibnu Sabit ibnu Sauban, dari Hasan Ibnu Atiyyah, dari Abul Munib Al-Jarasyi Asy-Syami, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam. pernah bersabda: “Aku diutus dengan membawa pedang sebelum hari kiamat, hingga hanya Alloh semata sajalah yang disembah tiada sekutu bagi-Nya. Dan Alloh menjadikan rezekiku berada di bawah bayangan tombakku, dan menjadikan kehinaan dan kerendahan bagi orang yang menentang perintahku; dan barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka”.

Mengomentari ayat diatas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh berkata,

فَأَخْبَرَ أَنَّهُ أَنْزَلَ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنَّهُ أَنْزَلَ الْحَدِيدَ كَمَا ذَكَرَهُ . فَقِوَامُ الدِّينِ بِالْكِتَابِ الْهَادِي وَالسَّيْفِ النَّاصِرِ

“Alloh Subhanahu wa ta’ala menurunkan Kitab dan mizan (keadilan) dan Alloh juga menurunkan besi sebagai mana disebutkan. Maka tegaknya agama ini harus berlandaskan Al-Quran sebagai petunjuk dan pedang (kekuasaan) sebagai penjaganya.” [Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 28/232]. (RR).

oleh : Ust. Abu Rusydan.

 

Baca juga, PERJALANAN AKAN SELALU MEMERLUKAN KEKUATAN