Duniaekspress.com (6/7/2018)- Pengacara Syaikh Raed Salah mengatakan Pengadilan Israel pada hari Kamis (5/7) telah menyetujui pembebasan bersyarat tokoh perlawanan Palestina yang juga sebagai mantan Walikota Um Al-Fahm selama 12 tahun ini,

“Keputusan itu dibuat pada sidang yang diadakan hari ini di pengadilan hakim Israel di kota utara Haifa,” kata pengacara Khaled, seperti yang dikutip Anadolu Agency, Kamis (5/7/2018).

Jaksa penuntut umum, bagaimanapun, telah mengajukan banding atas keputusan itu, yang kemungkinan akan menunda pelepasan Salah, kata Zbarqa.

“Keputusan banding akan dibahas besok di pengadilan,” tambahnya.

Pada bulan Maret, pengadilan hakim sebelumnya menyetujui pembebasan bersyarat Salah, tetapi keputusan itu dibatalkan menyusul banding yang diajukan oleh kantor penuntut umum.

Kondisi yang diberlakukan pada rilis Salah termasuk larangan memasuki kampung halamannya dari Umm al-Fahm di Israel utara, bersama dengan pembatasan lain pada gerakannya.

Musim panas lalu, polisi Israel menangkap Salah, pemimpin Gerakan Islam di Israel, sebelum menghukumnya “menghasut kekerasan” dan melemparkannya ke dalam kurungan isolasi.

Pada bulan Februari, sebuah pengadilan di kota selatan Beersheba menjatuhi hukuman ikon perlawanan terkemuka ini dengan enam bulan lebih dalam isolasi.

Baca Juga:

HAMAS: TINDAKAN ISRAEL DI KHAN AHMAR ADALAH CLEANSING ETNIS

135 GUGUR SEJAK AKSI KEPULANGAN DI JALUR GAZA

Syekh Raed Salah adalah pemimpin Gerakan Islam Palestina, tokoh penting dalam berbagai aksi pembebasan Al Aqsha. Syekh Raed pernah menjabat sebagai walikota Um Al-Fahm selama 12 tahun. Dia mendedikasikan waktu dan usaha untuk melayani dan mempertahankan Masjid Al-Aqsha.

Peran Sheikh Salah dalam pemeliharaan Masjid Al-Aqsha dan tempat suci lainnya mulai meningkat pada tahun 1996. Saat itu dia berhasil menggagalkan banyak rencana Israel yang bertujuan untuk mengosongkan Masjid Al-Aqsa dari umat Islam.

Sheikh Salah berhasil merekonstruksi Masjid Marwani dan membuka gerbangnya. Dia merekonstruksi Masjid Al Aqsha yang lama, membersihkan halamannya, menyiapkan kamar kecil dan unit wudhu, serta mengatur kelompok penghafalan Quran di teras Masjid Al-Aqsa.