Duniaekspress.com. (6/7/2018). – Afghanistan – Selama tujuh belas tahun terakhir Amerika dan antek internal mereka tidak melewatkan kesempatan dalam upaya membungkam Jihad bangsa Afghan melawan agresi asing yang brutal. Ketika musuh yang licik kehilangan harapan di medan perang, mereka segera mengadopsi pendekatan kekuatan lunak untuk memperpanjang pendudukan mereka. Awalnya mereka membentuk Komisi Perdamaian, maka komisi ini berubah menjadi Dewan Perdamaian Tinggi yang diberi jutaan dolar pendanaan.

Tetapi setelah bertahun-tahun upaya dan jutaan dolar dalam pengeluaran, para pelaksana rencana jahat Amerika gagal menghentikan Jihad atau mengubah pandangan masyarakat tentang pendudukan Amerika yang biadab.

Hari ini plot lama Amerika yang sama atas nama perdamaian diulang ke bentuk lain. Dengan memanfaatkan dana yang sama, berbagai upaya sedang dilakukan untuk memobilisasi orang-orang yang seharusnya netral untuk duduk-duduk untuk mengkampanyekan keberlangsungan pendudukan.

Operasi intelijen dijalankan pada para sesepuh suku sebagai upaya untuk mencoba dan menggambarkan Jihad sakral yang sedang berlangsung sebagai perselisihan antar orang-Afganistan dan memperkuat pendudukan kafir Amerika di negara Islam Afghanistan.

Imarah Islam – sesuai dengan perintah agama Islam dan dalam memenuhi tuntutan sejarah Afghanistan yang kami banggakan dan tradisi nasional mereka – bahwa Jihad wajib hukumnya untuk melawan penjajah yang tidak beriman. Perselisihan antar warga-Afganistan dan pertumpahan darah di antara saudara-saudara sebagai hal yang merugikan bagi rakyat dan negara kita.

Kami meminta semua saudara sebangsa, pemuda, aktivis sosial, serta kelompok sosial politik untuk menjauhkan diri dari jaring-jaring jebakan intelijen penjajah yang terbuka dan rahasia. Satu-satunya tujuan di balik proses-proses dan aksi-aksi yang aneh ini adalah membuat bangsa kita yang cinta Islam yang patriotik menghindari panggilan Jihad yang sah. Ini adalah alasan yang tepat bahwa mereka hanya menopang seruan perdamaian tanpa benar-benar berbicara tentang alasan yang mendasari perang.

Mereka tidak mengatakan apa pun tentang pendudukan dan juga tidak berbicara tentang penarikan pasukan asing. Mereka hanya ingin melihat negara Mujahid Afghanistan melucuti senjatanya dan menerima rezim yang dipaksakan asing sehingga para penjajah dapat mengejar tujuan militer, ideologi dan strategis mereka dalam wilayah yang damai.

Perang yang sedang berlangsung di Afghanistan bukanlah perselisihan antar orang-Afgan melainkan perang antara orang Amerika yang melanggar dan Mujahid Afghanistan. Bahwa sebagian kecil orang Afghan yang sesat telah memihak para penjajah dalam perjuangan ini, ini tidak pernah dapat mengubah sifat dan esensi sejati dari perjuangan ini. Kami memahami bahwa boneka-boneka Amerika berada di ambang kehancuran, telah dipukuli di medan perang, menghadapi kerugian besar dan kehilangan wilayah yang luas setiap hari karena itu mereka telah meluncurkan manuver menipu di bawah slogan perdamaian sebagai upaya terakhir.

Saudara sebangsa tentu juga menyadari fakta bahwa selama tujuh belas tahun terakhir, para penyerbu terus-menerus menggunakan plot-plot setan dengan nama-nama positif yang indah. Para penjajah menyebut invasi serangan mereka di Afghanistan sebagai ‘Kebebasan’, skema milisi yang didanai Pentagon sebagai ‘Pemberontakan Nasional’, orang-orang yang menyetujui pendudukan sebagai ‘Loya Jirga’ dan saat ini menggunakan nama-nama indah ‘duduk dan damai’ untuk tujuan kolonial mereka. Tapi bangsa kita harus fokus pada konten, bukan judul dan menghindari menjadi korban slogan kosong perdamaian yang hanya bertujuan untuk memperpanjang invasi Amerika dan memperkuat rezim boneka korup.

Jika beberapa orang bersikeras menjadi bagian dari proyek berbahaya ini bahkan setelah pernyataan dan pemberitahuan ini, maka jelas mereka telah mendukung kerja intelijen musuh.

Dengan pertolongan dari Allah dan dengan dukungan dari bangsa lihai Afghanistan, Imarah Islam dengan izin Allah akan meruntuhkan upaya licik terbaru dari penjajah dan antek mereka. Dan hari kemenangan tidak jauh bagi bangsa kita, hari dimana kita akan mencapai kebenaran dan perdamaian dengan terhormat serta mengakhiri pendudukan untuk mendapatkan kemerdekaan penuh. (AB)

Imarah Islam Afghanistan

Zabihullah Mujahid

11/10/1439 Hijri Lunar

25/06/2018 Gregorian

Sumber: alemarah-english

 

Baca juga, 77. 000 MUJAHIDIN TALIBAN SIAP TEMPUR MENGUSIR PENJAJAH