Duniaekspress.com (7/7/2018)- Media Israel terbitan Jum’at (6/7) mengutip data yang menyebutkan jumlah pemukim yahudi yang menyerbu masuk Masjid suci Al-Aqsha sejak awal tahun ini meningkat tajam, lebih dari 22 ribu orang dikabarkan telah masuk dengan paksa ke Al-Aqsha.

Surat kabar Israel Ha’aretz edisi Jumat mengutip gerakan esktrim yahudi “alHaikal” bahwa jumlah pemukim yahudi yang menyerbu Masjidil Aqsha mencapai 22,383 orang sejak awal tahun ini.

“Jumlah monumental sejak Israel menjajah kota al-Quds tahun 1967, gerakan mendorong sebanyak mungkin serbuan yahudi ke al-Aqsha,” kata surat kabar tersebut.

Baca Juga:

SYAIKH RAED SALAH SEGERA BEBAS

HAMAS: TINDAKAN ISRAEL DI KHAN AHMAR ADALAH CLEANSING ETNIS

Surat kabar tersebut juga menginformasikan dalam laporannya, sekte ekstrim yahudi mengalami perubahan besar dalam logika mereka, setelah sebelumnya melarang melakukan serbuan terhadap al-Aqsha karena alasan agama, namun kemudian berubah pandangan, dan mengijinkan masuk ke halaman al-Aqsha dengan sejumlah alasan, antara lain tekanan para pemimpin yahudi dan kelompok ekstrim.

“Sejumlah sekte yahudi telah menyelewengkan Taurat untuk mendukung pandangannya dalam menyerbu al-Aqsha,” kata Rav Naighar.

“Sebagai contoh mempermainkan teks untuk memuaskan banyak pihak untuk memasuki al-Aqsha dan tidak mengharamkannya,” tambahnya.

Dikutip dari salah satu tokoh agama Yahudi, Herav David ben Syalomo yang mengijinkan masuk al-Aqsha, tetapi hanya di halamannya saja.

Sampai saat ini, kelompok mayoritas yahudi Haridim, masih melarang menyerbu masuk al-Aqsha, sebelum dibangun bukit Kuil yang mereka yakini.