Remaja Muslim 19 tahun pada hari Senin lalu mengalami serangan fisik dan verbal

Duniaekspress.com (7/7/2018)- Kelompok Muslim Belgia mengecam keras serangan Islamophobia yang terjadi baru-baru ini di negara itu, kelompok ini juga menilai serangan terhadap remaja muslimah ini merusak nilai nilai dasar semua masyarakat Belgia.

Dalam pernyataan bersama, Badan Eksekutif Muslim Belgia (EMB) dan Center Islamique Belge (CIB) mengatakan seorang gadis Muslim berusia 19 tahun menjadi sasaran di kota Charleroi, Belgia, karena agamanya.

Mereka mengatakan “serangan tercela” tidak hanya menargetkan Islam, tetapi nilai-nilai dasar dari semua masyarakat Belgia dan kebebasan beragama.

“Kekerasan tidak boleh ditanggapi dengan kekerasan,” kata pernyataan tersebut yang dikutip kantor berita Anadolu, Jum’at (6/7/2018).

Pernyataan tersebut juga mengatakan menyerahkan kasus ini ke pihak keamanan, mereka percaya bahwa polisi dan pengadilan akan mengambil tindakan yang diperlukan terkait insiden itu.

Berita Terkait:

ISLAMOPHOBIA, REMAJA MUSLIMAH DISERANG DI BELGIA

Sebelumnya pada Senin malam, dua orang penyerang menyerang seorang remaja Muslim di kota Anderlues, dalam kejadian tersebut dilaporkan merobek pakaiannya, meninggalkannya dengan bekas luka yang ditimbulkan oleh benda tajam di dada, kaki, dan perutnya yang telanjang.

Pada hari Rabu, jurubicara Inter-federal Centre for Equal Opportunities (UNIA) Bram Sebrechts mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan itu dimotivasi oleh Islamophobia menurut pendapatnya.

Namun, Kantor Kejaksaan Charleroi akan membuat keputusan tentang sifat serangan itu, kata Sebrechts.

Anggota parlemen Belgia yang berasal dari Turki, Mahinur Ozdemir mengatakan, wanita muda itu keluar pada malam hari untuk mencari kucingnya ketika dia diserang.

Ozdemir mengatakan korban bisa dibunuh.

“Jika langkah-langkah tidak diambil, sayangnya akan mustahil untuk mencegah serangan seperti itu,” katanya.

Uni Eropa akhir-akhir ini menyaksikan meningkatnya Islamophobia dan kebencian terhadap para migran dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh propaganda dari partai-partai sayap kanan dan populis, yang telah mengeksploitasi ketakutan atas krisis pengungsi dan terorisme.

Baca Juga:

REZIM ASSAD TERBUKTI GUNAKAN SENJATA KIMIA DI DOUMA

SERBUAN PEMUKIM YAHUDI KE AL-AQSHA MENINGKAT