Duniaekspress.com (9/7/2018)- Brigade Izzudin AL-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Islam Hamas, Ahad (8/7) melansir kronologis secara rinci operasi Zikim yang dilakukan Satuan Komando Marinir Hamas saat melakukan penyerangan ke kapal perang Israel pada perang musim panas tahun 2014 lalu.

Dalam laporanya yang disebarkan situs Hamas menyebutkan, operasi Zikim merupakan pukulan yang menyakitkan dan telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi Zionis yang hingga hari ini Israel berusaha untuk menyembunyikannya. Operasi ini salah satu aksi perlawanan yang paling menonjol dan paling keras dialami Israel saat perang terakhirnya ke Gaza.

Rincian Operasi

Persiapan dan Awal Mula Operasi

Para pimpinan militer Al-Qossam melakukan penyelesaian akhir untuk mengesksekusi operasi yang berkwalitas terhadap pangkalan militer Zionis di lepas pantai Gaza. Ide awal melakukan penyerangan ke pangkalan Zikim dengan target menunjukan eksistensi komando maritim sebagai lawan dari komando Zikim milik Israel.

Sejumlah personel yang tegabung dalam operasi ini melakukan latihan yang cukup lama, berat dan sangat serius. Mereka dilatih untuk bisa melakukan operasi penyusupan melintasi perbatasan yang cukup panjang di laut, agar bisa langsung sampai di jantung pangkalan musuh. Hasil latihan tersebut tergambar dalam keberhasilan operasi ini. Mereka mampu melakukan operasi ini dengan sukses, sampai ke jantung pertahanan laut Zionis.

Operasi dilakukan melalui dua tahap. Pertama, pelaksanaan operasi pengintaian dan pengumpulan sejumlah data dan informasi yang dibutuhkan terkait target. Salah seorang mujahidin satuan Komandoz Marinir Al-Qossam berhasil mengumpulkan data-data dari dalam wilayah Israel itu sendiri. Mereka melakukan pengintai terhadap pangkalan Zikim dan menguasai pantai Zikim terlebih dahulu sebelum melakukan penyerangan.

Dan untuk pertama kalinya, Brigade Al-Qossam ini berhasil melakukan aksi pengintaian mereka dan salah satu mujahidnya berhasil tinggal selama beberapa jam di wilayah Israel untuk melaksanakan tugasnya. Kemudian ia berhasil kembali ke wilayah Gaza dengan selamat.

Metode ke Zikim

Tahap kedua, serangan diawali dengan gempuran roket Zionis ke wilayah Gaza dan terjadilah perang “daun termakan” di hari kedua. Satuan mujahid Komandoz Al-Qossam yang terdiri dari Basyar Ziyad Abid, Hasan Muhammad Hindi, Muhammad Jamik Abu Diyah, Kholid Thilal Halari berhasul menembus perbatasan laut dengan berenang dan menyelam. Mereka terbagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama berhasil tiba di pantai Zionis dan melakukan penyerangan ke pos penjagaan dan berhasil menguasainya. Terlibat aksi tembak menenmbak di dalam pangkalan. Sejumlah serdadu Zionis tewas dan terluka.

Baca Juga:

ISRAEL TAHAN AKTIVIS WANITA TURKI

RIBUAN PENGSI DARAA KEMBALI

Setelah 45 menit berlalu, tibalah kelompok kedua tiba di pangkalan Zikim dan menguasai secara penuh pangkalan tersebut. Salah seorang mujahidnya kemudian melaporkan kepada komandan lapangan Al-Qossam bahwa mereka sudah menguasai pangkalan Zionis dan kini mereka sedang berada di lokasi. Kedua kelompok mujahidin Al-Qossam ini kemudian mengembangkan serangan ke pangkalan Zikim hingga terlibat aksi tembak menembak secara langsung selama beberapa saat.

Dalam situasi ini serta koordinasi dengan angkatan pertahanan Al-Qossam, mereka menembaki pangkalan Zikim dengan roket ringan 107. Serangan ini berhasil gilang gemilang Komandoz Al-Qossam kemudian pulang meninggalkan pangkalan tersebut dengan selamat. Operasi ini adalah pukulan keras yang mengagetkan Zionis. Beberapa serdadu Israel tewas dan terluka.

Israel berupaya menutup-nutupi kerugian yang mereka alami. Namun derasnya informasi serta bocornya rekaman CCTV menunjukan bahwa Israel kalah dan gagal. Tampak dalam video operasi tersebut Brigadi Komandoz Al-Qossam dengan gagah berani melakukan penyerbuan ke pangkalan militer Zionis bahkan dengan menggunakan senjata ringan, tanpa ada rasa takut dan keraguan. Salah satu dari mujahidnya berhasil menangkap salah seorang tentara Zionis dan memasangkan bom di badannya lalu diledakan dalam jarak nol. Kemudian tampak empat prajurit Al-Qossam berhasil meninggalkan lokasi penyerangan dengan selamat. Namun mereka akhirnya gugur syahid setelah dibombardir oleh Zionis.

Sumber: Pusat Informasi Palestina