Duniaekspress.com (9/7/2018)- Pengadilan militer Israel pada hari Ahad (8/7) mendakwa seorang wanita Turki atas tuduhan memberikan ratusan dolar kepada sebuah organisasi “teroris”.

Ebru Ozkan, 27, ditahan di bandara Ben Gurion Israel pada 11 Juni ketika dia meninggalkan negara itu (Israel, red) untuk kembali ke tanah airnya.

“Ozkan ditangkap karena dicurigai menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional dan karena memiliki hubungan dengan organisasi teroris”, memberikan ratusan dolar dan memberikan pengisi daya telepon,” kata petuga keamanan Israel, yang dikutip Al Arabiyah, Senin (9/8/2018).

Nama kelompok aktivis wanita Turki yang diduga memiliki kaitan dengan itu tidak diinformasikan, tetapi media Israel melaporkan bahwa uang itu ditujukan untuk kelompok Islam Hamas.

Baca Juga:

TAHAN WANITA ROHINGYA ALAMI PELECEHAN SEKSUAL DI MYANMAR

MILITER INDIA TEMBAKI PENGUNJUK RASA DI KASHMIR

Kasus terhadap Ozkan muncul ketika ketegangan meningkat antara Turki dan Israel setelah Ankara mengusir duta besar negara Yahudi pada bulan Mei atas pembunuhan para demonstran di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Jumat mengatakan para pejabatnya telah melakukan kontak dengan Israel atas kasus Ozkan dan menyerukan untuk mengakhiri “penganiayaan kejamnya”.

Ozkan bukan warga Turki pertama yang baru-baru ini ditahan oleh pemerintah Israel.

Pada bulan Januari, Osman Hazir, seorang warga Turki berusia 46 tahun, ditangkap karena mengambil foto selfie di Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur sambil memegang bendera Turki.

Dan Desember lalu, Israel menangkap dua orang Turki lainnya – Abdullah Kizilirmak dan Mehmet Gargili – setelah pasangan itu bertengkar dengan polisi Israel yang telah mencoba menghalangi mereka memasuki tempat suci flashpoint.

Pada bulan yang sama, Adem Koc, seorang warga Turki lainnya, ditangkap di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha karena diduga “mengganggu perdamaian dan mengambil bagian dalam demonstrasi ilegal”.

Kizilirmak, Gargili, dan Koc semuanya dibebaskan dengan jaminan.

Media Israel dalam beberapa pekan terakhir telah melaporkan bahwa pihak berwenang semakin khawatir Turki berusaha meningkatkan pengaruhnya di kota suci Yerusalem melalui organisasi amal yang bekerja di sana.