Duniaekspress.com (10/7/2018)- Iran kembali dilanda aksi demonstrasi, ratusan orang turun ke jalan pada Minggu malam (9/7) untuk memprotes kualitas air minum sambil meneriakan yel-yel “Kematian Bagi Diktator” di kota Iran Borazjan, Provinsi Bushehr.

Sebuah video yang diposting oleh seorang aktivis di Twitter menunjukkan bahwa ada banyak wanita di antara para demonstran yang sedang melantunkan yel-yel “Jangan takut, kami bersatu”.

Ini adalah malam kedua penduduk Borazjan turun ke jalan untuk memprotes kekurangan air, sebelumnya mereka berkumpul pada Sabtu malam di sebuah alun-alun yang terkenal dan meneriakkan slogan anti-pemerintah seperti: “Kami tidak ingin pemerintah yang gagal”

Slogan-slogan yang diterikan demonstaran juga diantaranya “Tidak ke Gaza, Tidak ke Lebanon, saya mengorbankan hidup saya untuk Iran,” dan “Tinggalkan Suriah dan pikirkan tentang kami”.

Para pengunjuk rasa juga mengutuk pengeluaran militer rezim untuk mendukung terorisme di negara-negara di kawasan itu sementara orang-orang Iran dipaksa hidup dalam kemiskinan dan menderita kondisi kehidupan yang memburuk, termasuk kurangnya air minum.

Protes terhadap kekurangan air meletus pekan lalu di kota-kota Iran Ahvaz dan Khorramshahr.

Para aktivis menyebut demonstrasi itu dengan sebutan “Revolusi Kaum Hawa” yang oleh pasukan keamanan Iran berusaha mencegah dengan kekerasan.

Baca Juga :

ISRAEL TUTUP PERBATASAN VITAL

400 TENTARA ISRAEL KEMBALIKAN MENDALI PERANG

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyerukan kepada pemerintah Iran untuk segera melakukan penyelidikan yang komprehensif dan tidak memihak terhadap laporan bahwa pasukan keamanan menggunakan kekerasan, termasuk menggunakan senjata api, terhadap demonstran damai di wilayah Arab Ahvaz.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu, Amnesty International menyerukan pembebasan tanpa syarat siapa pun yang telah ditahan karena mempraktikkan haknya dalam pengumpulan damai dan memperingatkan penyiksaan atau penganiayaan terhadap para tahanan ini.

Menurut Organisasi Hak Asasi Manusia Ahwaz di Iran, pasukan keamanan menahan 125 orang dari kalangan yang memprotes kekurangan air di Khorramshahr dan Abadan. [al Arabiyah]