Duniaekspress.com (11/7/2018)-Pertahanan udara Saudi berhasil menghalau rudal yang diluncurkan menuju wilayah Jizan barat daya kerajaan oleh kelompok pemberontak milisi Syiah Houthi Yaman.

TV Al-Masirah yang dikelola kelompk Houthi mengatakan sebelumnya bahwa rudal Badr 1 telah menargetkan Jizan Economic City, di mana Saudi Aramco sedang membangun kilang yang diperkirakan akan beroperasi penuh pada 2019.

Tidak ada laporan langsung tentang kerusakan atau korban.

Baca Juga:

MASJID LONDON PERINGATI TRAGEDI PEMBANTAI MUSLIM SREBRENICA

10 MUJAHIDI HURRAS AL DEEN GUGUR DALAM PERTEMPURAN

Milisi Syiah Houthi yang bekoalisi dengan Iran yang mengendalikan ibukota Yaman, Sanaa, telah menembakkan belasan rudal ke dalam kerajaan Saudi dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar rudal telah dihadang oleh militer Saudi.

Sebuah koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab campur tangan dalam perang Yaman pada tahun 2015 untuk menggulingkan kaum Houthi dan memulihkan pemerintahan resmi yang diakui internasional.

Berita Terkait:

SERANGAN ROKET HOUTHI KE SAUDI LUKAI BOCAH LIMA TAHUN

Milisi Houthi Yaman juga telah menembakkan roket ke provinsi Jizan selatan Arab Saudi, Selasa lalu, yang menewaskan seorang anak berusia lima tahun yang terluka.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional (saat ini berpusat di kota Aden) dan sekutu-sekutunya menuding Houthi menggunakan pelabuhan (Hudaidah) untuk menyelundupkan senjata dari Iran.

Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.

Konflik meningkat setelah Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi pada tahun 2015.

Konflik telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, membuat PBB menggambarkan situasi Yaman sebagai “salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern”.