Serangan hari ini menandai serangan mematikan ketiga di Jalalabad dalam waktu satu bulan.

Duniaekspress.com (11/7/2018)- Jurubicara Gubernur Nangarhar mengatakan, sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan bersenjata di sebuah kantor Kementerian pendidikan di Afghanistan timur pada hari Rabu (11/7).

“Sekelompok penyerang bersenjata menyerbu direktorat Kementerian Pendidikan Jalalabad di provinsi Nangarhar pada pukul 09.30. Dalam baku tembak selama empat jam, 10 orang tewas dan 10 orang terluka, kata Attaullah Khogyani, juru bicara gubernur, seperti yang dikutip Anadolu, Rabu (11/7/2018).

Pasukan khusus Polisi Nasional Afghanistan (ANP) mengambil bagian dalam operasi untuk memukul mundur serangan itu, tambahnya.

Baca Juga:

KETIKA AS MEREMEHKAN HUBUNGAN AL-QAIDAH DENGAN TALIBAN

MUFTI AL-QUDS: HARAM MENJUAL TANAH KEPADA MUSUH

Menurut laporan radio lokal Azadi, beberapa penyerang yang mengenakan seragam Polisi Perbatasan Afghanistan (APB) memasuki kompleks resmi dan mulai menembak tanpa pandang bulu. Dua penjaga keamanan termasuk di antara yang tewas, tambahnya.

Belum ada klaim tanggung jawab atas serangan itu. Ini adalah serangan mematikan ketiga di kota dalam waktu satu bulan.

Pada hari Selasa, serangan bunuh diri di pos keamanan di kota menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk warga sipil dan pasukan keamanan. Kota itu melihat serangan serupa yang diderita Daesh pada komunitas Sikh dan Hindu Afghanistan pekan lalu, menewaskan 19 orang.

Terletak 120 kilometer dari ibukota Kabul, provinsi Nangarhar telah lama diganggu oleh militansi pro-Daesh, dengan militan memiliki sejumlah benteng di daerah-daerah yang dekat dengan sabuk suku Pakistan yang bergolak.