Duniaekspress.com. (11/7/2018). Penomena hadirnya kaum ghuluw terhadap agama, yang sembarangan mengkafirkan kaum muslimin lainnya hanya berbeda pendangan dengan kelompoknya, telah membuat kegaduhan di barisan kaum muslimin. Dan hal ini sangat membahayakan bagi keharmoniskan ukhuwah, Bahaya takfir yang sembarangan, maka harus di jelaskan tentang akibat yang di timbulkan dari vonis kafir terhadap seorang muslim. Akibat tersebut sangat berbahaya, diantaranya..
1. Istrinya menjadi tidak halal, serta haram bagi sang istri dan anak anaknya tinggal di bawah kekuasaannya
2. Harus menghukumnya dengan had bagi orang murtad setelah ditegakan hujjah kepadanya dan memintanya bertaubat
3. Jika dia meninggal, maka tidak berlaku baginya hukum-hukum kaum muslimin.
4. Jika meninggal dalam kondisi kafir, dia kekal di neraka.

*SYARAT DAN PENGHALANG VONIS KAFIR*

DIANTARA SYARAT SYARAT TAKFIR
1. Hendaklah perkataan kufur itu jelas, yaitu seseorang terbiasa mengatakannya lalu ketika di tegur, dia tetap bersikukuh. Namun jika sebaliknya, yaitu menolak dan mengngingkari perkataan tersebut, maka dia tidak kafir.
2. Hendaklah perkataan dan perbuatan kufur itu atas pilihan dan kehendak sendiri.
3. Tegak hujah atas dirinya, sedangkan orang itu paham atas hujah itu. (QS 17:15)

FAKTOR PENGHALANG TAKFIR

1. Orang yang baru masuk islam
2. Hidup di daerah terpencil /tidak mendapatkan ulama kecuali ulama pelaku bid’ah, kemudian dia mengikuti ulama tersebut
3. Hilang akal, seperti gila/tidak waras dan sebagainya.
4. Nash Alquran dan AsSunnah tidak pernah sampai kepadanya.
5. Nash sampai kepadanya dan dapat memahaminya, tapi dia menemukan pendapat yang menurutnya berkontradiksi sehingga menuntutnya untuk melakukan takwil.

Jika terpenuhi syarat dan tanpa adanya penghalang jangan “RAGU DAN TEGAS” untuk memvonis kafir..!!
Seperti Syiah itu kafir, jangan ragu untuk memvonis!! (takfir umum)

Harus juga bisa di bedakan antara takfir muthlaq (secara umum) dan takfir mu’ayyan (individu)
Untuk kehati-hatian…..
“jika dalam sebuah masalah ada sisi yang mewajibkan vonis kafir dan ada sisi lain yang menghalanginya, hendaknya seorang MUFTI condong pada sisi yang menghalangi vonis kafir sebagai bentuk kehati-hatian dari berprasangka buruk kepada seseorang muslim ” (RR).

Wallahu alam bisshawab.

sumber : Hasyiyah addar al mukhtar, 3 :339

 

Baca juga, MERASA DIRI DAN KELOMPOKNYA YANG PALING BENAR, DIALAH PENGANUT MANHAJ SOMBONG