Duniaekspress.com. (12/7/2018). – Afghanistan – Kerajaan Arab Saudi dan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) dilaporkan telah menyatakan semua kelompok bersenjata Afghanistan sebagai teroris dan mendesak kelompok Taliban untuk akui pemerintah Afghanistan dan berpartisipasi dalam proses politik melalui perundingan damai.

Harian Daily Times Pakistan melaporkan bahwa mereka telah membaca surat undangan yang dikirim ke para ulama di Pakistan dan Afghanistan di mana semua kelompok bersenjata di Afghanistan telah dinyatakan sebagai teroris.

Sumber itu menambahkan bahwa surat itu ditandatangani oleh Yousef Al-Othaimeen, sekretaris jenderal OKI dan mantan menteri kabinet Saudi.

Undangan tersebut mengatakan bahwa tujuan utama konferensi tersebut adalah menolak “interpretasi pandangan Islam yang keliru oleh kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di Afghanistan”.

poto : raja arab saudi bertemu dengan para petinggi negara afghanistan bentuk AS

“Dari platform ini, kami menyerukan kepada semua kelompok bersenjata untuk menghindari terorisme, mengakui pemerintah Afghanistan, duduk di meja perundingan dan berpartisipasi dalam proses politik,” kata surat itu, menambahkan kemajuan dan perkembangan Afghanistan secara serius terhambat oleh kegiatan kelompok-kelompok kekerasan dan ekstremis, kelompok-kelompok bersenjata ilegal dan para penjahat.

Ini terjadi ketika Kerajaan Arab Saudi akan menjadi tuan rumah konferensi internasional para ulama dalam beberapa hari mendatang mengenai perang yang sedang berlangsung di Afghanistan.

Para pejabat tinggi Dewan Perdamaian Afghanistan mengatakan bahwa para ulama dari 37 negara mengatakan bahwa mereka akan berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Juru bicara Dewan Perdamaian Tinggi Ehsanullah Taheri mengatakan, para ulama dari Pakistan juga akan mengambil bagian dalam konferensi itu.

Taheri lebih lanjut menambahkan bahwa konferensi akan diselenggarakan dengan dukungan Kerajaan Arab Saudi dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Dia mengatakan para peserta konferensi akan meninjau perang yang sedang berlangsung di Afghanistan dari perspektif Islam dan Syariah. (RR).

Sumber:  khaama

 

Baca juga, DEPARTEMEN PENDIDIKAN AFGHANISTAN MENDAPAT SERANGAN MEMATIKAN