MUJAHIDIN THALIBAN INGATKAN SAUDI JANGAN BERDIRI DI BARISAN PENJAJAH AMERIKA

Duniaekspress.com. (12/7/2018). Para ulama Islam dari seluruh dunia membuka konferensi dua hari di Arab Saudi pada hari Selasa (10/7) untuk mendiskusikan perang Afghanistan dan mendesak gerilyawan Taliban untuk mencari penyelesaian melalui perundingan damai.

Namun sebuah pernyataan Taliban dikeluarkan hanya beberapa jam sebelum pertemuan itu telah memperingatkan para peserta untuk tidak menyatakan perang yang dilakukan sebagai pemberontakan, tetapi “jihad” (perang suci) melawan “penjajah Amerika” di negara itu.

Taliban ingatkan bahwa konflik yang sedang berlangsung bukanlah pertempuran antar bangsa-Afghanistan atau pertempuran di antara umat Islam, tapi dimulai dengan invasi pimpinan AS 2001 ke Afghanistan.

“Jika seseorang masih menyatakan perintah tegas Islam untuk menyenangkan Presiden Amerika Donald Trump dan rekan-rekannya dan menyebut negara Mujahid (Afghanistan) sebagai teroris dan pemberontak, maka ia akan terlibat dalam invasi agresor Amerika dan merendahkan Muslim yang lemah,” kata pernyataan tersebut.

Inisiatif gencatan senjata mendorong Taliban untuk mengumumkan penghentian permusuhannya selama Idul Fitri selama tiga hari. Namun Taliban mengabaikan seruan untuk memperpanjang gencatan senjata dan terlibat dalam pembicaraan damai, dan memilih kembali ke medan perang dengan intensitas lebih tinggi yang menimbulkan korban besar pada pasukan keamanan Afghanistan dan merebut lebih banyak wilayah baru.

Taliban menuntut pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat tanpa melibatkan pejabat pemerintah “boneka” Afghanistan.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo melakukan kunjungan singkat ke Kabul pada hari Senin (9/7) ia menjanjikan dukungan untuk upaya perdamaian Ghani tetapi tidak lagi menolak permintaan gerilyawan untuk pembicaraan bilateral.

Pompeo menekankan bahwa proses perdamaian akan dipimpin Afghanistan dan akan ada di antara rakyat Afghanistan. “kami siap untuk berpartisipasi dalam proses itu, untuk memfasilitasi, untuk membantu orang-orang Afghanistan menyelesaikan perbedaan mereka dan untuk tiba di tempat di mana semua orang Afghanistan dapat memiliki suara mereka didengar dan hidup dalam masyarakat yang damai, “Jelasnya. (RR).

Sumber:  voanews

 

Baca juga, ARAB SAUDI MINTA TALIBAN AKUI PEMERINTAHAN AFGHANISTAN BENTUKAN AS