Duniaekspress.com (14/7/2018)- Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, pasukan Israel telah menembak mati seorang remaja Palestina dan melukai ratusan orang di Jalur Gaza pada hari Jumat, di tengah demonstrasi selama berbulan-bulan melawan pendudukan Israel atas tanah Palestina.

Menurut pernyataan tertulis dari Kementerian Kesehatan Palestina yang dikutip Anadolu mengatakan,  Osman Rami Hills, seorang Palestina berusia 15 tahun, telah tewas oleh peluru tajam Israel selama protes Jumat di perbatasan Gaza.

Juru bicara Departemen Kesehatan, Ashraf al-Qidra mengumumkan bahwa 220 demonstran Palestina telah terluka oleh tabung gas dan peluru tajam yang ditembakkan oleh pasukan keamanan Israel di Jalur Gaza pada hari yang sama.

Sebanyak 138 warga Palestina telah menjadi martir oleh tembakan tentara Israel sejak dimulainya protes anti-pendudukan di Jalur Gaza akhir Maret.

Baca Juga:

MEMBURU PARA “PENIKAM JIHAD” KHAWARIJ ISIS DI IDLIB

DUA SERANGAN BOM SASAR KAMPANYE PARPOL PAKISTAN

Sebelumnya panitia penyelenggara meminta warga untuk mengambil bagian dalam demonstrasi itu untuk menunjukkan solidaritas dengan Khan al-Ahmar, sebuah desa Badui di Tepi Barat yang diduduki yang direncanakan untuk pembongkaran total oleh pemerintah Israel.

“Dari kesatuan darah dan kesatuan tujuan, kami menyatakan Jumat hari solidaritas dengan orang-orang kami di Khan al-Ahmar,” kata komite itu dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Al Jazeera, Jum’at (13/7/2018).

Awal bulan ini, pasukan Israel menyerang puluhan orang Palestina di Khan al-Ahmar, setelah tiba dengan alat berat dan setidaknya satu buldoser.

Desa itu terletak di Area C, yang berada di bawah kendali sipil dan keamanan Israel. Pengadilan Israel menyetujui pembongkaran desa karena dibangun tanpa izin konstruksi yang diperlukan, namun pihak berwenang Israel jarang memberikan izin bangunan.

Pada saat yang sama, pembangunan permukiman Yahudi saja, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, berlanjut pada kecepatan yang tak terkendali.