Duniaekspress.com (13/7/2018)- DR. Mustafa Barghutsi, Sekjen Inisiatif Nasional Palestina mengatakan, keputusan Senat Irlandia yang melarang impor komoditas dari permukiman Zionis sangat luar biasa. Itu merupakan kemenangan besar gerakan boikot israel.

Ia menjelaskan, undang-undang tersebut mengatakan, larangan semua komoditas yang berasal dari produksi permukiman Israel.

Dalam keterangan persnya yang dikutip Pusat Informasi Palestina, Barghutsi menjelaskan, keputusan senat Irlandia adalah kemenangan besar gerakan boikot Israel internasional (BDS), sebagai bentuk hukuman terhadap mereka atas kejahatanya selama ini.

Dalam kaitan ini, Barghutsi mengungkapkan terima kasihnya kepada Senator Ballack yang telah mengajukan usulan undang-undang tersebut hingga menjadi tekanan kepada Israel untuk menghentikan semua kegiatan usahanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada organisasi Persahabatan Irlandia yang senantiasa bersolidaritas terhadap bangsa Palestina.

“Irlandia telah memainkan peranan yang sangat penting, selain sejumlah organisasi lainya dalam meyakinkan partai-partai politik di negeri tersebut hingga menjadikan sebuah undang-undang,” pungkasnya.

Berita Terkait:

SENAT IRLANDIA DUKUNG BOIKOT PRODUK ISRAEL

HAMAS APRESIASI SENAT IRLANDIA

Sebelumnya, Senat Irlandia pada hari Rabu (11/7) memberikan dukungan atas undang-undang yang melarang perdagangan barang-barang yang dihasilkan dari daerah penjajah yang melakukan pendudukan di seluruh dunia, termasuk Israel yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

Sikap parlemen Irlandia itu mendapatkan sambutan gembira dari Palestina. Saeb Erekat, pemimpin senior Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, menilai keputusan Senat Irlandia adalah bersejarah dan sekaligus desakan bagi negara-negara di dunia melakukan hal yang sama.

“Hari ini Senat Irlandia telah mengirimkan sebuah pesan yang sangat jelas kepada komunitas internasional, khususnya Uni Eropa: merundingkan solusi dua negara tidaklah cukup kecuali dengan tindakan nyata,” kata Erekat dalam sebuah pernyataannya, seperti di kutip Al Jazeera, Rabu (11/7/2018).