Duniaekspress.com (13/7/2018)- Pejabat tinggi dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF) mengunjungi markas militer Filipina di Manila Kamis (12/7), kunjungan tersebut menandai sejarah baru dalam proses perdamaian antara pemerintah dan masyarakat Bangsamoro.

“Atas nama para prajurit, pelaut dan penerbang, saya menyambut Anda di markas militer Camp Aguinaldo,” sambut kepala militer Jenderal Carlito Galvez Jr, seperti yang diberitakan Anadolu, Jum’at (13/7/2018).

Angkatan Bersenjata Filipina menggelar karpet merah untuk Wakil Ketua MILF Ghazali Jaafar dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Bangsamoro Sammy Al Mansour serta rekan-rekan mereka di Komisi Transisi Bangsamoro.

“Kami merasa terhormat dengan undangan dan merasa rendah hati dengan sambutan itu,” kata Jaafar.

Setelah menyerahkan mawar putih yang melambangkan perdamaian, Jaafar didampingi oleh Galvez untuk berjabatan tangan dengan pejabat militer tingkat tinggi lainnya.

Baca Juga:

DEMONSTRAN KIAN MELUAS DI BASRA, TUNTUT PEKERJAAN DAN KEHIDUPAN YANG LAYAK

KEPUTUSAN SENAT IRLANDIA KEMENANGAN BAGI GERAKAN BOIKOT ISRAEL

Juru bicara kepresidenan Harry Roque Rabu lalu mengumumkan bahwa Presiden Rodrigo Duterte akan menandatangani BBL menjadi undang-undang pada 23 Juli.

Mansour komandan angkatan bersenjata MILF mengatakan kunjungan mereka adalah “hasil dari proses perdamaian” yang tidak pernah dia duga akan terjadi.

“Ada seorang jenderal yang mengatakan jika Anda menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang. Itu tidak benar. Jika Anda benar-benar menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perdamaian. Tanpa kedamaian … sangat mustahil bagi kami untuk berada di sini di Camp Aguinaldo, ”kata Mansour.

MILF, kelompok pejuang kemerdekaan Moro terbesar di negara itu, menandatangani perjanjian damai dengan Manila pada 2014.