MILITER AFGHAN MENDERITA KERUGIAN BERAT AKIBAT SERANGAN THALIBAN DI DISTRIK UTARA KUNDUZ

duniaekspress.com, 13 Juli 2018.
Militer Afghanistan menderita kerugian besar selama serangan Taliban di sebuah distrik yang diperebutkan di provinsi utara Kunduz kemarin. Serangan itu dilaporkan dilakukan oleh Unit Merah Taliban, sebuah pasukan gerak cepat yang lebih terlatih daripada rata-rata pejuang thaliban.
Taliban melancarkan serangannya ke pangkalan militer dan pos pemeriksaan keamanan di distrik Dasht-i-Archi pada tengah malam kemarin, kelompok itu menyatakan di situs resminya, Voice of Jihad.
“pangkalan militer dan 15 pos pemeriksaan musuh telah dikuasai, menewaskan 72 tentara boneka dan meninggalkan beberapa orang lainnya yang terluka serius serta menghancurkan 4 tank dan 4 pickup ranger,” demikian dikutip dari al emarah.
Dalam operasi tersebut berhasil diperoleh ghanimah 9 senjata mesin PK, 1 tabung mortir, 1 senapan sniper, 5 peluncur RPG, 20 senapan M16 dan berbagai amunisi lainnya.
Para pejabat Afghanistan mengkonfirmasi pertempuran di Dasht-i-Archi dan mencatat bahwa “pertempuran besar masih berlangsung,” Khaama Press melaporkan. Sedikitnya 30 tentara dilaporkan tewas dan 17 lainnya luka-luka. Seorang pejabat Afghanistan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Khaama Press bahwa 60 tentara tewas atau terluka.
Provinsi Kunduz menjadi fokus utama operasi Taliban selama empat tahun terakhir. Taliban menyerbu Kunduz City dan menguasainya selama dua minggu pada akhir 2015, dan mengambil alih setengah dari kota satu tahun kemudian pada tahun 2016. Taliban mampu mencapai ini dengan mendominasi distrik di luar kota. Menurut LWJ Saat ini, Taliban mengendalikan satu distrik dan memperebutkan enam lainnya.

(AZ)

MUJAHIDIN THALIBAN INGATKAN PEMERINTAHAN SAUDI AGAR JANGAN BERDIRI DI BARISAN PENJAJAH AMERIKA

ISIS “MENGGILA” TARGETKAN MUJAHIDIN UZBEK