DEMONSTRASI DI IRAK MAKIN MELUAS

Duniaekpress.com (17/7/2018)- Aksi demonstrasi di Irak semakin menyebar luas ke banyak kota setelah seminggu aksi protes penuh kekerasan di kota Basra yang kaya minyak di mana setidaknya tujuh orang tewas, lusinan orang terluka, dan ratusan lainnya ditangkap.

Protes Senin berlangsung di provinsi timur Diyala dan kota selatan Nasiriyah, menurut kantor berita AFP.

Kerusuhan pertama meletus di Basra pada 8 Juli ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan, menewaskan satu orang. Para pengunjuk rasa menuduh pemerintah gagal menyediakan layanan dasar, termasuk listrik.

“Kami adalah penduduk Basra, bukan penyusup. Kami hanya ingin menyampaikan tuntutan kami, yaitu air bersih, listrik, layanan dasar dan pekerjaan. Protes kami yang damai dipenuhi dengan peluru,” kata seorang demonstran yang dikutip Al Jazeera, Selasa (17/7/2018).

Berita Terkait:

PENGANGGURAN DAN TENAGA KERJA ASING PICU AKSI MASSA DI IRAK

DEMONSTRAN KIAN MELUAS DI BASRA, TUNTUT PEKERJAAN DAN KEHIDUPAN YANG LAYAK

Sektor minyak menyumbang 89 persen dari anggaran negara, dan 99 persen dari pendapatan ekspor Irak hanya satu persen terdiri dari pekerja lokal, karena mayoritas pos diisi oleh orang asing.

Secara resmi, 10,8 persen warga Irak menganggur, sementara pengangguran kaum muda dua kali lebih tinggi di negara di mana 60 persen penduduknya berusia di bawah 24 tahun.

Bagi para demonstran, korupsi adalah pusat dari penderitaan mereka. Mereka membawa aksi mereka ke markas besar partai politik di seluruh provinsi selatan, membakar dan merobohkan poster-poster politik.

Warga Irak juga menderita kekurangan air tahun ini dari kekeringan dan bendungan yang dibangun oleh negara-negara tetangga.