Pernyataan Imarah Islam Afghanistan (IIA) mengenai konferensi ulama di Arab Saudi: “ Jangan menjadi Pendukung orang Kafir dan Kezaliman ”

Duniaekspress.com. (17/7/2018). – Afghanistan – Baru-baru ini dilaporan mengenai pertemuan para cendekiawan muslim tentang Afghanistan di Arab Saudi.

Imarah Islam ingin menyoroti beberapa poin penting sehubungan dengan pertemuan tersebut.

– Jihad melawan pasukan penyerbu Amerika di Afghanistan adalah perjuangan defensif melawan invasi kafir yang wajib menjadi perhatian dalam pandangan Islam. Semua buku Fiqh (Yurisprudensi) menyatakan bahwa Jihad melawan invasi kafir menjadi wajib pada setiap pria dan wanita. Ini adalah perintah yang jelas dari Allah Yang Maha kuasa dan menjadi keyakinan setiap orang yang beriman.

– Jihad yang sedang berlangsung di Afghanistan bukanlah pertempuran antar warga-afghan atau pertempuran antar sesama umat Islam. Perang ini dimulai 17 tahun lalu ketika Amerika menginvasi Afghanistan menggunakan kekuatan udara dan darat dan negara Mujahid Afghanistan melancarkan Jihad melawan invasi illegal tersebut. Sejak saat itu seluruh perencanaan perang, strategi dan pengawasan terhadap kita (Taliban) menjadi tanggung jawab orang Amerika.

Jika itu adalah pertempuran antar sesama warga-afghan, maka pasukan internasional tidak akan menghabiskan setengah miliar dolar untuk biaya perang, puluhan ribu pasukan Amerika tidak akan terbunuh dan terluka. Strategi  terbaru perang ini pun dirancang dan dilaksanakan oleh pemimpin Amerika ‘Trump’ dan anggaran militernya disetujui oleh Kongres Amerika untuk perluasan dari perang ini. Bangsa Afghan dengan jelas dan mata telanjang bisa melihat pesawat Amerika, pesawat tanpa awak dan helikopternya terbang di atas kepala mereka dan pasukannya di tanah Afghan.

– mengenai adanya mereka yang mendukung penjajah Amerika di Afghanistan dan melawan agama, negara, dan nilai-nilai nasional dan didukung oleh Amerika, kehadiran mereka di barisan penjajah tidak bisa mengubah sifat sengketa. Karena mereka tidak independen, mereka dipaksakan oleh Amerika, mereka menerapkan strategi Amerika.

Awalnya perang ini tidak dilancarkan terhadap mereka, jadi mereka hanyalah boneka AS seperti rezim komunis Afghanistan di era Uni Soviet, yang tidak mempengaruhi legitimasi Jihad pada waktu itu. Ada perintah yang jelas dari Allah Yang Maha Kuasa tentang Jihad melawan mereka yang memihak orang-orang kafir yang memerangi Muslim.

– Imarah Islam Afghanistan bukanlah kelompok pemberontak atau teroris. Tetapi Imarah Islam adalah nama dari perjuangan bangsa Afghanistan yang berjumlah tiga puluh juta orang dengan satu tujuan demi tegaknya Islam dan kemerdekaan Afghanistan. Imarah Islam memiliki akar yang dalam di Afghanistan. Saat ini mengontrol penuh atas 70% wilayah Afghanistan.

Tujuannya adalah sistem Islam yang independen sesuai dengan keinginan bangsa Afghanistan. Imarah Islam taat dengan Syariah Islam, menghormati hukum internasional, lingkungan yang baik, hubungan persahabatan dan lingkungan internasional yang damai untuk hidup bersama dan menginginkan hubungan positif dengan masyarakat dunia. Akan sangat tidak adil dan irasional untuk menyebut suatu bangsa yang bersejarah sebagai teroris dan pemberontak. Tidak ada yang berhak melakukan ini.

– Mengingat poin di atas jika masih ada orang yang menyatakan perintah Islam sangat jelas untuk berjihad sebagai terorisme dan memberi sebutan bagi para Mujahid sebagai bangsa teroris dan pemberontak, hanya demi untuk menyenangkan Presiden Amerika Donald Trump dan teman-temannya maka ia akan terlibat dalam invasi agresor Amerika yang membantai kaum muslimin yang lemah .

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

 

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Huud:113)

Dan Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa yang bergabung dengan penindas dan dengan sengaja mendukungnya, pasti dia keluar dari Islam.

– Negara Mujahid Afghanistan mengharapkan otoritas Arab Saudi dan para ulama untuk tidak memihak penjajah Amerika dalam pertempuran antara Islam dan kekafiran ini. Bangsa Afghanistan, karena persaudaraan Islam berharap pemerintah Saudi akan membantu dan mendukung negara Afghanistan yang lemah di masa yang sulit ini seperti yang mereka lakukan terhadap Jihad menghadapi Uni Soviet. Negara Mujahid Afghanistan berterima kasih kepada Arab Saudi atas bantuannya dalam Jihad melawan invasi Uni Soviet di masa lalu.

– Konferensi Islam harus berdiri bersama rakyat Afghanistan dan mendukung perjuangan lurus bangsa Afghanistan dalam tragedi ini seperti dukungan dalam Jihad melawan Uni Soviet.

– Dan akhirnya kami menyatakan bahwa bangsa kami dan Mujahidin kami yang beriman kepada Allah – yang Maha Penolong dan Mahakuasa – yang telah berhasil dalam Jihad melawan komunisme dan kekuatan super power kekaisaran Inggris, juga akan menggagalkan semua rencana jahat para penjajah di bawah kepemimpinan Amerika. Propagandanya tidak akan mempengaruhi perjuangan kami yang sah dan Jihad kami akan mencapai hasil yang sukses, Insya Allah. Dan ini adalah sesuatu yang mudah bagi Allah, Yang Mahakuasa. (RR).

 

Imarah Islam Afghanistan (IIA)

25/10/1439 H

09/07/2018 M

 

Sumber:  alemarah-english

 

Baca juga, MENHAN AS BERTERIMA KASIH KEPADA ARAB SAUDI ATAS DUKUNGANNYA SOAL AFGHANISTAN