KEHATI-HATIAN MEREKA DALAM VONIS KAFIR

Duniaekspress.com. (18/7/2018). Besarnya dampak takfir sembarangan terhadap kaum muslimin, yang menyebabkan perpecahan dan pertumpahan darah dalam barisan kaum muslimin, yang dilakukan kaum khawarij yang ghuluw dalam pemahamannya, sehingga para ulama ahli sunnah waljama’ah menghati-hatikan kepada kaum muslimin agar jangan serampangan mencap vonis kafir kepada kaum muslimin lainnya. sebagaimana nasehat-nasehat mereka berikut ini :

🔹Syaikhul islam telah mengisyaratkan, diantara perkataan beliau, “seseorang tidak boleh memvonis kafir seseorang muslim walaupun dia telah berbuat salah hingga di tegakan hujah atas dirinya dan di jelaskan kesalahannya. Barangsiapa yang di yakini ke islaman nya maka keislaman tersebut tidak dapat di hilangkan dengan keraguan. ” *majmu alfatawa, 2:466*

🔹Syaikhul islam Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa dosa atau bid’ah tidak mesti menjadikan pelakunya kafir walaupun dia mengajak manusia untuk mengerjakannya. Beliau berkata,” maksudnya, seseorang tidak menjadi kafir hatinya hanya dengan melakukan dosa dan bid’ah atau mengajak manusia kepada bid’ah kecuali jika dia munafik. Adapun orang yang di dalam hatinya ada keimanan terhadap Rasulullah dan Risalah yang dibawanya, kemudian dia melakukan kesalahan dalam beberapa perkara bid’ah karena menakwilkan, maka yang demikian tidak menjadikan kafir. Khawarij adalah manusia yang paling keras kebid’ahanya. Mereka memerangi umat dan mengkafirkanya. Namun, tidak ada sahabat yang mengkafirkanya, termasuk Ali bin Abi Thalib dan sahabat lainnya. Para sahabat menghukumi mereka sebagai kaum muslimin yang zhalim dan melampaui batas. ” *Majmu alfatawa 7:217-281*

Baca juga, MERASA DIRI DAN KELOMPOKNYA YANG PALING BENAR, DIALAH PENGANUT MANHAJ SOMBONG

🔹Sekedar melakukan bid’ah tidak menjadikan suatu kelompok boleh mengkafirkan kelompok lain yang melakukan bid’ah. Terkadang kelompok tersebut boleh diperangi, tapi tidak boleh dikafirkan. Atau ada penghalang yang menjadikan pelaku bid’ah terhalang dari vonis kafir. Syaikhul islam Ibnu Taimiyah mengategorikan vonis kafir terhadap sebuah kelompok dari kaum muslimin adalah bid’ah tersendiri. Maka, orang yang suka memvonis kafir sama dengan orang yang membantah bid’ah dengan bid’ah baru. Beliau berkata, “salah satu dari bentuk bid’ah yang mungkar adalah memvonis kafir kelompok dari kaum muslimin lainnya serta menghalalkan darah dan harta merka. *majmu alfatawa 7:684*

🔹Jika mengkafirkan seorang muslim biasa – – – bukan seorang ulama – – – adalah perkara yang berbahaya, lalu bagaimana dengan vonis kafir terhadap ulama kaum muslimin. Syaikhul islam Ibnu Taimiyah berkata, “Berkuasanya orang-orang bodoh yang memvonis kafir para ulama merupakan kemungkaran terbesar,” *majmu alfatawa 35:100*

🔹Ibnu wazir menegaskan jika ada keraguan antara takfir dan tidak, atau vonis tersebut masih samar, maka yang lebih selamat adalah tawaquf… Kemudian sampai pada perkataannya, ” jika kami menimbang kesalahan orang yang tidak mau memvonis kafir, maka statusnya hanya melanggar hak-hak Allah semata. Sedangkan jika kami menimbang kesalahan orang yang memvonis kafir, maka status mereka telah mengurangi hak-hak seorang muslim. Bahkan dia telah bertindak melampaui batas dan melakukan kezhaliman terbesar kepadanya. Dia telah mengeluarkan dari islam, padahal muslim tersebut bersaksi bahwa tidak ada yang berhak selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Diantara dalilnya, “cegahlah penegakan atas kaum muslimin semampu kalian, jika ada jalan keluar lain, maka tempuhlah. Sesungguhnya kesalahan seorang imam dalam memberi ampunan itu lebih baik daripada dia salah dalam memberikan hukuman,” (HR. Sunan At Tirmidzi, 2:439).  (AB).

Wallahi alam bisshawab

 

Baca juga, VONIS KAFIR SANGAT BERBAHAYA JIKA DILAKUKAN SEMBARANGAN