Duniaekspress.com (19/7/2018)- Pasukan pemerintah Suriah telah melakukan serangan yang intens di kota Nawa yang berpenduduk padat di baratdaya Suriah, yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai lebih dari 100 orang.

Serangan udara, yang diluncurkan pada hari Selasa (17/7) dan dilanjutkan pada hari Rabu, menghantam rumah sakit satu-satunya yang dikuasai kelompok oposisi, menjadikannya rumah sakit tersebut tidak beroperasi dan dilaporkan menyebabkan puluhan korban.

Pemboman itu adalah bagian dari serangan militer rezim Bashar Assad yang dimulai pada 19 Juni  pada kantong-kantong oposisi yang tersisa di wilayah barat daya, yang meliputi provinsi Deraa dan Quneitra yang mengelilingi perbatasan dengan Yordania dan perbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Nawa, tempat tinggal bagi setidaknya 100.000 orang, adalah pusat kota terbesar yang masih dikendalikan oleh kelompok oposisi di provinsi Deraa.

Baca Juga:

ISIS BERULAH DI AFGHANISTAN

HASIL KTT DI ARAB SAUDI TIDAK AKAN MENUNDA KEKALAHAN AS DI AFGHANISTAN

Khaled Solh, kepala Pertahanan Sipil Suriah lokal yang dikenal sebagai White Helmets, sebuah kelompok penyelamat yang beroperasi di wilayah Suriah yang dikuasai pemberontak, mengatakan mereka mendokumentasikan pembunuhan 14 orang.

“Hanya satu ambulan yang bisa sampai ke kota dan warga sipil bergantung pada mobil mereka untuk membawa setidaknya 150 orang yang terluka,” kata Solh seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (18/7/2018). Dia menambahkan salah satu ahli ortopedi terakhir di kota itu tewas dalam serangan udara.

Serangan meningkat setelah pembicaraan untuk menyerahkan kota gagal pada hari Selasa, memicu gelombang perpindahan baru.

“Kami telah menyaksikan aksi serangan udara intensif sepanjang hari, tim kami telah menghitung setidaknya 100 serangan udara yang merupakan pembalasan dari pasukan pemerintah Suriah,” kata Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari Dataran Tinggi Golan, Rabu.

“Ini semua bagian dari kampanye pemerintah Suriah untuk mendapatkan daerah ini kembali dari para pemberontak,” tambahnya.