KRISIS EKONOMI IRAK , SATU LAGI TEWAS AKIBAT DEMONSTRASI

Duniaekspress.com (21/7/2018)- Seorang pengunjuk rasa tewas hari Jumat selama demonstrasi di kota Najaf, Irak selatan, sementara itu unjuk rasa terus terjadi di seluruh negeri atas kesengsaraan ekonomi dan salah urus pemerintah.

“Sebagian besar dari 45 orang yang cedera selama protes di seluruh negeri (Irak, red) adalah personil keamanan, kata Kementerian Kesehatan Irak seperti yang dikutip Andolu, Jum’at (20/7/2018).

Berlangsung selama dua pekan berturut-turut, diberbagai provinsi Irak selatan telah menyaksikan aksi kemarahan yang dalam beberapa kasus telah menimbulkan tindakan-tindakan kekerasan yang menewaskan paling tidak delapan orang selama aksi berlangsung.

Berita Terkait:

DEMONSTRASI IRAK BERKEMBANG MENJADI AKSI ANTI IRAN

DEMONSTRASI BERDARAH SEMAKIN MELUAS DI IRAK

Protes pertama kali meletus di kota selatan Basra, di mana para demonstran mengecam layanan publik yang buruk, pengangguran tinggi dan kekurangan listrik yang kronis.

Alasan utama krisis ekonomi Irak yang sedang berlangsung, yang tampaknya telah memicu protes, adalah tingginya biaya konflik abadi dan turunnya pendapatan minyak.

Sementara Baghdad sebagian besar tidak dapat memenuhi rencana pembangunannya, Baghdad juga berjuang untuk menyediakan fasilitas umum dasar, termasuk listrik dan air.

Hari-hari belakangan ini telah menyaksikan protes menyebar dari Irak selatan ke sejumlah kota dan provinsi lain, termasuk ibu kota negara itu, di mana pemerintah telah memotong akses internet dan melarang beberapa platform media sosial dengan harapan mencegah protes semakin meningkat.