Duniaekspress.com (22/7/2018)- Dalam serangkaian tweet baik dalam bahasa Inggris dan Arab, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat Pangeran Khalid bin Salman menuduh Iran memberikan dukungannya untuk kelompok “teroris” seperti al-Qaidah dan mengatakan bahwa prioritas utama Riyadh telah dan akan selalu difokuskan untuk melawan terorisme.

“KSA telah menjadi target utama Al Qaidah dan dengan bantuan Iran, telah menewaskan ribuan orang Saudi dan Amerika. Kami akan tetap berkomitmen untuk memerangi kejahatan ini dengan mitra kami di seluruh dunia. Sementara itu, rejim (Iran, red) melanjutkan kebijakan kurang ajar atas dukungannya untuk terorisme global,” tweet Khalid seperti yang dikutip Al Arabiyah, Ahad (22/7/2018).

Untuk memperkuat tuduhannya, Pangeran Khalid memberikan beberapa contoh untuk membuat argumennya, menunjuk pada peristiwa yang telah lama seperti serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Teheran pada tahun 1979, pengeboman tahun 1996 terhadap Menara Khobar di Arab Saudi yang menewaskan 19 orang Amerika dan baru-baru ini pada tahun 2016 ketika orang-orang Iran menyerang Riyadh kedutaan dan konsulat di Teheran dan Masshad. Semua peristiwa memiliki hubungan langsung dengan rezim Iran, menurut Khalid.

“Hakim Federal AS menemukan bahwa serangan [al-Qaidah] pada tahun 1998 terhadap kedutaan besar AS di Nairobi dan Dar es Salaam tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan langsung dari Iran. Sebelum pertemuan mereka dengan agen Iran, mereka (al-Qaidah, red) tidak memiliki keahlian teknis untuk melakukan serangan,” tuduh Khalid.

Baca Juga:

ARAB SAUDI MENANGKAP SYAIKH SAFAR BIN ABDURRAHMAN AL-HAWALI SETELAH MENGKRITIK PEMERINTAH

SAUDI BERLAKUKAN LARANGAN BERPERGIAN KELURGA SYAIKH SALMAN AL AUDAH

Dia melanjutkan dengan mengutip file-file Abottabad, cache dokumen yang ditemukan oleh pasukan AS selama serangan 2011 terhadap kompleks Osama bin Ladin di Abbottabad, Pakistan.

“File-file Abottabad yang dirilis oleh CIA pada bulan November secara tegas membuktikan koalisi Al Qaidah dengan Iran dalam pelatihan, perekrutan dan memfasilitasi gerakan pembajak untuk menyerang AS. Osama Bin Laden menggambarkan Iran sebagai arteri utamanya untuk dana, personil dan komunikasi, ”tambahnya.

Lebih lanjutkan Khalid menuding dengan mengatakan bahwa hingga hari ini, rezim Iran terus melindungi teroris al-Qaidah, termasuk Hamza bin Laden, putra Osama bin Laden dan diduga pewaris kelompok ekstremis dan yang “terus hidup dengan selamat di Iran”, ketusnya.