Dialog Khawarij Dan Mu’tazilah

Duniaekspress.com. (22/7/2018)

Suatu ketika seorang ulama Mutazilah bersama rombongannya saat mau melewati wilayah kaum Khawarij (Harura).

Washil bin Atha’ berkata kepada rombongannya: Sudahlah kalian mundur biar saya yang maju menyelesaikannya

Maka ditanyalah oleh orang-orang Khawarij: “Siapa kalian ini, muslim atau non-muslim ?”

Kami Ahlu Kitab, jawab Wasil bin Atha’ (Ulama Mu’tazilah)

Khawarij: “Mau apa kalian ?”

Mu’tazilah: Kami mau lewat daerah sini

Khawarij: Tidak bisa… kalian harus bayar jizyah dulu kepada kami !!!

Tapi kami belum pernah dengar ayat-ayat Alloh, jawab Wasil bin Atha’ sementara Alloh perintahkan dalam surat At Taubah; “Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah”

Jangan terburu-buru ambil jizyah dulu dari kami, tapi bacakan dulu, ajari dulu kami Islam. (Maka rombongan tadi dipanggil dikasih tausiyah dll, islam begini… begini…)

Kemudian…..

Khawarij: “Sekarang kalian harus bayar jizyah sekarang !!”

Mutazilah: Enggak, perintah ayatnya tadi ada lanjutannya, “…Kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.”

Tolong antarkan kami sampai ketempat tujuan, sampai kami tiba ketempat tujuan dengan aman

Khawarij: O… ya ya baik kami laksanakan

Selamatlah rombongan Wasil bin Atha’ (Mu’tazilah) tadi.

Inilah logika orang Mu’tazilah mengerjai orang-orang khawarij. (RR).

Sumber : Risalah

Baca juga, KHAWARIJ, ORANG YANG PALING AMBISI DALAM URUSAN DUNIA