Duniaekspress.com (24/7/2018)- Komisi Hak Asasi Manusia Irak melaporkan pada hari Senin (23/7) bahwa 14 orang tewas dan lebih dari 700 terluka oleh pasukan keamanan Irak selama berminggu-minggu dalam aksi protes atas kesengsaraan ekonomi negara dan salah urus pemerintah.

Fazl Garrawi, anggota komisi Hak Asasi Manusia Irak yang berafiliasi dengan Parlemen Irak, seperti yang diberitakan Anadolu Agency mengatakan bahwa dalam dua minggu demonstrasi di Irak, 14 orang tewas dan 742 luka-luka, termasuk 470 pasukan keamanan.

Beberapa video viral di media sosial tampaknya menunjukkan warga sipil yang dibunuh oleh pasukan keamanan Irak telah menarik perhatian publik terhadap masalah ini.

Berita Terkait:

KRISIS IRAK, SATU DEMONSTRAN KEMBALI TEWAS

DEMONSTRASI IRAK BERKEMBANG MENJADI AKSI ANTI IRAN

DEMONSTRASI BERDARAH SEMAKIN MELUAS DI IRAK

Jumat lalu, pasukan keamanan menggunakan kekuatan yang tidak proporsional terhadap demonstran, dan keberadaan banyak orang yang ditahan di tengah penumpasan itu tetap tidak diketahui.

Protes pertama kali meletus di kota selatan Basra, di mana para demonstran mengecam layanan publik yang buruk, pengangguran tinggi, dan kekurangan listrik yang kronis.

Hari-hari belakangan ini telah terlihat protes menyebar dari Irak selatan ke sejumlah kota dan provinsi lain, termasuk ibu kota negara, di mana pemerintah telah memotong akses Internet dan melarang beberapa platform media sosial dengan harapan mencegah protes dari eskalasi lebih lanjut.