LEDAKAN DI BANDARA AFGHANISTAN TEWASKAN 27 ORANG

LEDAKAN DI BANDARA AFGHANISTAN TEWASKAN 27 ORANG

Duniaekspress.com (24/7/2018)- Staf Kementerian Kesehatan mengatakan pada hari Senin (23/7), jumlah korban tewas akibat serangan “bom bunuh diri” pada hari Ahad di ibukota Afghanistan, bertambah dua kali lipat.

“Jumlah korban tewas telah meningkat dari 11 menjadi 27, dengan sekitar 20 korban yang terluka dirawat di berbagai rumah sakit di ibukota,” kata Khalil Wardag, kepala urusan darurat di Kementerian Kesehatan Umum seperti yang dikutip Anadolu Agency, senin (23/7/2018).

“Sebagian besar korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak,” tambahnya.

Ledakan terjadi beberapa menit setelah konvoi Wakil Presiden Afganistan Abdul Rasheed Dostum meninggalkan Bandara Internasional Hamid Karzai, Dostum kembali ke rumah setelah 14 bulan mengasingkan diri di Turki.

“Ledakan itu dimaksudkan untuk konvoi Dostum, tetapi ketika pembom itu dicegat di luar konvoi, dia meledakkan dirinya sendiri, menurut Polisi Nasional Afghanistan,”

Berita Terkait:

ISIS KLAIM SERANGAN BOM DI BANDARA KABUL

Dostum, yang terkait dengan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia di Afghanistan, dikerumuni seperti selebritas saat ia meninggalkan pesawat sewaan dari Turki tempat ia tinggal sejak Mei 2017.

Kembalinya Dostum yang penuh kemenangan sangat kontras dengan kemarahan yang dia hadapi setelah laporan pada tahun 2016 bahwa para pengawalnya telah merebut saingan politik Ahmad Eshchi dan menjadikannya sebagai sasaran pemukulan, penyiksaan dan kekerasan pelecehan seksual.

Dia membantah tuduhan Eshchi tetapi, di tengah tuntutan internasional bahwa dia menghadapi keadilan untuk menunjukkan bahwa para pemimpin politik yang kuat tidak berada di atas hukum, dia meninggalkan negara itu pada Mei tahun lalu, mengatakan dia perlu mencari perawatan medis di Turki.

Baca Juga:

14 ORANG TEWAS SELAMA AKSI UNJUK RASA DI IRAK

SERANGAN BOM KEMBALI TARGETKAN PESERTA PEMILU DI PAKISTAN

Pada hari Sabtu, juru bicara Presiden Afganistan Ashraf Ghani mengatakan tuduhan terhadap Dostum akan ditangani oleh otoritas hukum independen.

Setelah disebut sebagai “panglima perang klasik” oleh Departemen Luar Negeri AS, Dostum telah lama dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Tak lama setelah kampanye pimpinan-AS pada tahun 2001, dia dituduh membunuh tahanan Taliban dengan membiarkan mereka dikurung di dalam kontainer kargo yang kedap udara. Dia membantah tuduhan itu.

 

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This