Duniaekspress.com (25/7/2018)- Jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan pada hari Senin (25/7) di pantai timur dan barat wilayah Attica Yunani telah meningkat menjadi 76 jiwa.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan, korban ke 76 ketika dua orang tua ditemukan terbakar di rumah mereka di Mati, timur Athena yang terletak di Attica.

Jurubicara pemadam kebakaran Stavroula Mallire mengatakan dua kebakaran itu melukai 164 orang, termasuk sedikitnya 23 anak, sementara lebih dari 100 orang masih hilang.

Berbicara kepada saluran TV lokal SKAI, Rafina-Pikermi Walikota Evangelos Bournos mengatakan dikhawatirkan jumlah korban tewas bisa mencapai 100.

Juga, lebih dari 1.000 rumah hancur, sementara ratusan mobil tidak dapat digunakan di Mati.

Menurut Departemen Pemadam Kebakaran, 47 kebakaran terjadi di negara itu selama 24 jam terakhir; 15 dari total berada di sekitar Athena.

Wilayah pesisir di sisi barat Attica, Kineta sekitar 54 kilometer (34 mil) barat Athena dievakuasi ketika kebakaran terjadi Senin sore di hutan di Pegunungan Geraneia yang mengelilingi daerah itu.

Api di wilayah Kineta belum dapat dikendalikan.

Baca Juga:

TEMBOK BAGIAN BARAT AL-AQSHO ROBOH

SYI’AH IRAN KHAWATIR UANG HAJI IRAN DIPAKAI SAUDI UNTUK DANAI PERANG LAWAN HOUTHI

Beberapa korban terjadi akibat mereka terjebak di rumah atau kendaraan mereka, atau ketika mereka tenggelam di laut ketika mencoba melarikan diri dari api.

Lebih dari 700 orang yang selamat dari api dan mencapai pantai diangkut ke daerah aman oleh tim penjaga pantai dan perahu pribadi.

Sementara itu, Pengadilan Tinggi Yunani memerintahkan penyelidikan atas api.

Petugas berusaha memadamkan kobaran api

Sementara itu, sebuah operasi pemadam kebakaran sedang berlangsung dengan lebih dari 600 petugas pemadam kebakaran dan 300 mesin berusaha untuk menahan api, karena daerah itu dikelilingi oleh pinus, sementara Yunani meminta bantuan Uni Eropa.

Kebakaran besar lainnya di sisi timur laut Attica telah memaksa pihak berwenang setempat untuk mengevakuasi kamp musim panas sementara ratusan orang lagi meninggalkan rumah mereka. [Anadolu]