Inilah Kunci Kemenangan Itu

Duniaaekspress.com. (27/7/2018). Syaikh Abu Qatada al-filistin mengatakan: “Apakah Anda ingin tahu apa yang dibutuhkan pemimpin dan prajurit untuk mencapai kemenangan?

Jawaban: Cinta akan kematian dan kebencian atas Dunia ini.

Apakah Anda ingin tahu apa yang paling memperkuat itu (yaitu cinta akan kematian dan kebencian terhadap Dunya ini)?

Jawaban: Membaca Al-Qur’an
———————————————–

Meski Terkadang Musuh bahkan ‘Kawan’pun Sering Mengkritik Konsep ini…

* Mereka mengatakan bahwa sikap ini adalah sikap menyerah dan tidak mentargetkan akan sebuah kemenangan dan tamkin yang nyata…

* Mereka sebut ini adalah sikap yang meremehkan nyawa seorang Muslim karena ‘hanya’ keinginan untuk meraih syahadah dan ‘kebencian’ akan dunia ini…

* Mereka tuduh para pencari syahadah adalah manusia yang ‘kalah’ atas dunia dan tidak bisa bertahan dengan ujian sehingga ‘hanya kematian’ saja keinginannya…

* Dan mereka kira bahwa para pencari syahadah adalah manusia putus asa atas dunia ini….

> Padahal sejatinya, bukanlah seperti itu… Semua yang mereka hembuskan hanyalah sebuah bualan yang jauh dari medan dan laga menghadapi musuh-musuh Alloh.

> Dan semua itu berasal dari sikap Wahn (cinta dunia dan takut mati) yang mereka hiasi dengan ‘istilah-istilah bijak’ untuk menutupi rasa malu mereka atas para Ksatria Umat dalam jihad dan perjuangan mereka.

> Mereka selimuti rasa pengecut lagi mengalah kepada penindasan musuh dengan berbagai tuduhan semu kepada para pengusung jihad dan ksatria isytihadi (para pencari syahadah).

> Mereka bengkokan rasa ghiroh di dada Kaum Muslimin menjadi sikap diam dan pasrah atas kondisi yang ada. Kemudian dibiuskan sikap-sikap damai lagi jauh dari panasnya medan jihad untuk menutupi kekurangan diri di kumpulan manusia.

Bukankah kita bisa mempelajari dalam berbagai tarikh Islam, mulai zaman Rosul, Sahabat dan generasi-generasi gemilangnya.

Bahwa Kemenangan yang mereka peroleh bukanlah dari sekedar sikap siyasah yang jitu semata, atau banyaknya pasukan, kepandaian strategy lapangan maupun keberagaman senjata yang dimiliki….

Tapi dia adalah lebih akan sikap para Mujahidnya yang mengandalkan ketakwaan mereka dalam pertempuran

Hingga muncul kalimat,
“Bertaqwalah kalian kepada Alloh, jika kemaksiatan kalian sebanding dengan kemaksiatan musuh maka perbedaan kalian dengan mereka adalah dalam persenjataan dan jumlah semata.”

Lalu “Sesungguhnya kita dimenangkan oleh Alloh atas musuh dikarenakan kemaksiatan mereka atas Nya”

Bahkan dalam beberapa shiroh kita lihat bahwa kemenangan itu seringkali berbanding lurus dengan kecintaan mereka akan apa yang dijanjikan Alloh (Jannah).

Dan itu tidak akan diperoleh kecuali melewati sebuah pintu, yang mana penuh dengan misteri dan tidak akan pernah tau apa yang disebaliknya kecuali telah memasukinya. Yakni al Maut (kematian).

Bahkan di beberapa kisah disebutkan bagaimana Para Sahabat dan orang-orang mulia, mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan syahadah.

Hingga munculah kalimat masyhur yang mengguncang singgasana Para Thoghut “Kami akan mendatangi kalian bersama Pasukan yang tidak akan kalian bisa tandingi. Dimana mereka lebih mencintai kematian sebagaimana kalian sangat mencintai kehidupan”.

Bahkan muncul syiar, “Bahwa Manusia berlari dari kematian untuk hidup di dunia. Sedangkan Mujahid berlari menuju ke kematian untuk mencari kehidupan (kekal).”

Dan sungguh sikap pengecut tidak memiliki tempat di medannya para lelaki.

“Sesungguhnya bukanlah pada persenjataan kemenangan itu tetapi pada lengan siapa yang berada di balik senjata itu”

Jika dia bertaqwa dan shiddiq atas niatan dan perjuangan dia, maka Alloh akan menjadikan shiddiq pula senjata dia di medan perang bahkan tunggangannya pun dan semua hal di sekitanya akan beegerak dengan shiddiq pula, memenuhi hak-hak dia. (RR).

INILAH KUNCI KEMENANGAN ITU

Wallohu a’lam…

 

Baca juga, KEMENANGAN AKAN DATANG