Duniaekspress.com (30/7/2018)- Aktivis kemanusian untuk Gaza mengatakan, pasukan angkatan laut Israel pada hari Ahad telah menghadang dan menangkap sebuah kapal yang menuju Jalur Gaza yang diblokade.

“FreedomFlotilla membawa perlengkapan medis untuk Gaza dibajak oleh pasukan Israel,” kata aktivis the Freedom Flotilla Coalition dalam akun twitternya seperti yang dikutip Anadolu Agency, Ahad (29/7/2018).

Juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengkonfirmasi penangkapan kapal oleh pasukan Israel.

“Beberapa waktu yang lalu, sebuah operasi angkatan laut berakhir di mana sebuah kapal yang berlayar dari Eropa dengan tujuan melanggar blokade laut yang diberlakukan di Gaza ditangkap,” katanya di Twitter.

“Kapal itu telah dipantau dan ditangkap sesuai dengan hukum internasional,” tambahnya.

Baca Juga:

APA YANG MENJADI ALASAN DONALD TRUMP TAWARKAN BANTUAN EKONOMI KE GAZA ?

Sebelumnya, Adham Abu Silmiyya, juru bicara Otoritas Nasional untuk Memecahkan Pengepungan di Jalur Gaza, mengatakan kontak dengan dua kapal yang menuju Gaza telah hilang.

“Pasukan laut Israel kemungkinan merebut kapal-kapal itu,” katanya kepada Anadolu Agency.

Sebuah pernyataan oleh Kapal Koalisi Kebebasan, yang mengatur perjalanan itu, juga mengatakan pasukan Israel telah menghubungi kapal itu ketika berlayar sejauh 49 mil di dekat pantai Gaza.

“Tentara Israel memperingatkan para aktivis di kapal untuk tidak mendekati pantai Gaza dan mengancam untuk menggunakan kekuatan, jika diperlukan, untuk menghentikan kapal,” kata pernyataan tersebut

Armada Gaza telah berlayar dari Norwegia pada 15 Mei di bawah slogan “Hak untuk Masa Depan yang Adil untuk Palestina” sebagai bagian dari kampanye untuk menghancurkan pengepungan Israel yang diberlakukan selama 11 tahun di Jalur Gaza.

Sekitar 36 aktivis dari 15 negara berada didua kapal tersebut, rencana kapal tersebut telah dijadwalkan tiba dipantai Gaza hari Minggu.

Pada akhir 2016, hampir dua juta warga Gaza bergantung pada bantuan internasional untuk dapat bertahan hidup sementara hampir separuh dari keluarga di Gaza tidak memiliki akses untuk mengamankan pasokan makanan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Selama delapan tahun berturut-turut, Koalisi Kebebasan Flotilla telah meluncurkan kampanye baru untuk menantang pengepungan Israel di kantong pantai Palestina.

Pada tanggal 31 Mei 2010, pasukan komando Israel membunuh sembilan aktivis Turki di konvoi kapal Mavi Marmara di perairan internasional. Konvoi, yang merupakan bagian dari Koalisi Kebebasan Flotilla, menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan. Aktivis lain kemudian menyerah pada luka-lukanya.