Kritik penangkapan Ulama oleh rezim, Syaikh Abdulaziz al Fawzan ditahan

Duniaekspress.com (1/8/2018)- Otoritas Arab Saudi dilaporkan telah menangkap ulama berpengaruh Syaikh Abdulaziz al Fawzan setelah dia berbicara menentang penangkapan para pemimpin agama di negara itu.

Penangkapan Fawzan disorot oleh akun Twitter “Prisoners of Conscience”  yang dijalankan oleh aktivis yang berkampanye melawan gelombang penangkapan yang menargetkan lawan dari pemerintah Saudi.

Prisoners of Conscience mengatakan telah menerima konfirmasi bahwa al Fawzan, seorang profesor hukum perbandingan agama di Lembaga Tinggi Hakim Saudi, telah ditangkap atas sebuah tweet di mana dia telah “menyatakan pendapatnya terhadap penindasan syekh dan pengkhotbah”.

Berita Terkait:

KRITIK PEMERINTAH, SAUDI BUNGKAM PARA ULAMA

 

Ulama, yang memiliki lebih dari dua juta pengikut di Twitter ini, mengkritik penangkapan para imam dan pemimpin agama lainnya dalam tweet yang dipasang pada 15 dan 16 Juli, di mana ia menuduh pemerintah Saudi melancarkan “perang terhadap agama”.

“Dengan perang yang keji terhadap agama dan nilai-nilai ini, Anda tidak boleh mendukung para penjahat dan kecintaan Anda pada uang dan status tidak seharusnya membimbing Anda untuk mencoba menyenangkan mereka atau menggambarkan tindakan salah mereka secara positif, jika tidak Anda akan kehilangan hidup ini dan akhirat, ” salah satu tweet syaikh, yang dikutip Middle East Eye. Selasa (31/7/2018).

Syaikh Fauzan mendapat gelar sarjana dari kuliah Syariah dan Usuluddin di Kota Qaseem dan magister serta doktor dalam disiplin ilmu Fiqih Perbandingan di Institut Tinggi untuk Kehakiman. Ia pun menjadi staf pengajar di kampusnya dan memegang jabatan dekan fakultas Fiqih Perbandingan. Selain itu, ia juga aktif di berbagai lembaga dalam dan luar negeri.

Baca Juga:

NORWEGIA PROTES ATAS PENAHANAN KAPAL OLEH ISRAEL

MANTAN TENTARA ISRAEL KELOLA PROSTITUSI ANAK DAN NARKOBA

Beberapa ulama terkemuka ditangkap sebagai bagian dari pembersihan yang lebih luas yang dipicu oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman pada bulan September, yang juga menargetkan pangeran-pangeran dan taipan bisnis terkenal.

Mereka yang ditahan termasuk Salman al-Awdah dan Awad al-Qarni, dua dari ulama paling terkemuka di negara itu yang ditangkap pada bulan September dalam apa yang dilihat sebagai tindakan keras terhadap beberapa tokoh agama paling berpengaruh di negara itu.

Syaikh abdulaziz Al Awdah, yang ditangkap setelah menawarkan untuk menengahi perselisihan antara Arab Saudi dan Qatar, dilaporkan dibawa ke rumah sakit pada bulan Januari setelah menghabiskan lima bulan di sel isolasi.

Awal bulan ini, Sheikh Safar al-Hawali, seorang sarjana Salafi veteran dan tokoh terkemuka dalam gerakan reformis Islam Sahwa Islam, juga ditangkap.

Bin Salman saat ini mengawasi program reformasi ekonomi dan sosial. Namun dia telah dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia karena menindak aktivis oposisi, dengan laporan Human Rights Watch pada bulan April bahwa “penindasan negara terhadap pembela hak asasi manusia dan segala bentuk perbedaan pendapat hanya meningkat di bawah putra mahkota”.

Pihak berwenang bulan lalu menangkap sejumlah aktivis hak wanita terkemuka, hanya beberapa hari sebelum kerajaan itu mengakhiri larangan selama beberapa dasawarsa terhadap para wanita yang mengemudi.