AKSI JUMAT KE19, GREAT RETURN MARCH, DIRESPON ISRAEL DENGAN SENJATA

Duniaekspress.com (4/8/2018)- Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, tentara Israel telah menembak mati seorang pengunjuk rasa dan melukai lebih dari 100 orang lainnya di perbatasan Gaza-Israel pada aksi Jum’at ke 19 “Great Return March” Palestina.

“Yahya Yagi, 25 tahun, ditembak mati oleh tentara Israel, sementara 120 lainnya terluka oleh tembakan senjata Israel dan tabung gas air mata di perbatasan timur Gaza,” kata Ashraf al-Qidra, juru bicara kementerian, seperti yang dikutip Anadolu Agency, Jum’at (4/8/2018).

Dalam aksi yang bertema “Setia Kepada Syuhada” ini dihadiri delegasi kelompok perlawanan Hamas.

Juru bicara Hamas Abdullatif al-Qanu menekankan bahwa keputusan kelompok untuk bergabung dengan aksi “hak untuk kembali” menunjukkan Hamas bagian dari rakyat Palestina.

Baca Juga:

DISKRIMINATIF, 10 NEGARA INI LARANG MUSLIMAH GUNAKAN NIQAB

INVASI EKONOMI CHINA MEMBELIT AFRIKA

Sementara itu Pusat Informasi Palestina mengabarkan dari lokasi aksi, warga Palestina mulai berdatangan ke kemah-kemah kepulangan di Gaza Timur, untuk berpartisipasi dalam agenda Jumat “Setia kepada para syuhada al-Quds” dan langsung direspon pasukan Israel dengan tembakan gas air mata dan peluru tajam.

Sementara di pihak demonstran, para pemuda mulai membakar ban karet untuk menutupi pandangan para sniper Israel.

Para demonstran Palestina juga melanjutkan aksi pengiriman balon-balon api ke wilayah jajahan. Menurut media Israel, terjadi 15 kebakaran di kawasan sekitar Gaza.

Tindakan represif pasukan Israel sejak awal aksi kepulangan pada 30 Maret lalu, menyebabkan korban meninggal sebanyak 150 orang, dan korban luka sekitar 13 ribu orang.