AMERIKA DAN TURKI SEPAKAT DAMAI

Duniaekspress.com. (4/8/2018) – Ankara – Pemerintah Turki mengatakan bahwa pihaknya sepakat dengan Amerika Serikat untuk bekerjasama menyelesaikan perbedaan dan menghindari runtuhnya hubungan bilateral yang selama ini terjalin.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, Jumat (03/08), mengatakan telah terjadi kesepakatan dengan koleganya asal Amerika, Mike Pompeo, untuk bekerjasama dan berdialog dalam periode mendatang untuk menyelesaikan semua masalah.

Kedua menteri itu bertemu pada Jumat di Singapura di sela-sela pertemuan 51 menteri luar negeri ASEAN pada pertemuan yang digambarkan oleh menteri Turki sebagai konstruktif.

“Kami sepakat untuk saling membantu dan menjalin kerjasama erat serta tetap menggunakan metode dialog dalam periode mendatang,” kata Cavusoglu.

Dia mengatakan dia mengatakan kepada Pompeo bahwa tidak ada hasil yang bisa dicapai dengan menggunakan bahasa ancaman dan sanksi.

“Kami pikir ini telah dipahami,” imbuhnya.

Pertemuan itu terjadi di saat ketegangan antara Washington dan Ankara meningkat setelah Turki menyidang seorang pendeta AS di Turki dengan dakwaan terkait dengan kelompok teroris. AS membalas dengan menjatuhkan sanksi internasional terhadap dua menteri Turki.

Pada bagiannya, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Cavusoglu dan Pompeo telah “membahas sejumlah masalah dan melakukan diskusi konstruktif di mana mereka setuju untuk terus berusaha menyelesaikan perbedaan antara dua negara.”

“Sanksi AS terhadap para pejabat Turki datang untuk mengkonfirmasikan bahwa Amerika Serikat sangat serius dalam menuntut pembebasan Brunson,” kata Pompeo.

Brunson masih dalam tahanan rumah di Izmir setelah pengadilan membatalkan persidangannya.

Pompeo menambahkan bahwa Turki telah memberitahu kami untuk melepaskan Brunson. Sanksi ini sebagai tekanan terhadap Ankara untuk memenuhi tuntutan kami.

“Brunson harus pulang, dia dan orang Amerika lainnya ditahan oleh pemerintah Turki. Ini yang kami ingin segera lakukan,” kata Pompeo.

Otoritas Turki telah menahan Andrew Brunson, seorang pendeta Protestan dari Gereja Protestan kecil di Izmir di pantai Aegean dua tahun lalu atas tuduhan mendukung terorisme yang bertepatan dengan upaya kudeta yang gagal di Ankara pada saat itu.

Pihak berwenang juga menuduh dia memiliki hubungan dengan PKK dan kelompok Fathullah Gulen, yang dianggap Turki sebagai organisasi teroris. (RR)

Sumber: BBC Arabic

 

Baca juga, REZIM TURKI MULAI MENYERANG MUJAHIDIN DI IDLIB SURIYAH